Logo JawaPos
Author avatar - Image
09 April 2026, 00.51 WIB

Plastik Mahal, Pedagang Makanan Surabaya Putar Otak Agar Dagangan Tetap Laku

Ilustrasi pedagang makanan di Jalan Jojoran, Mojo, Surabaya. (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Ilustrasi pedagang makanan di Jalan Jojoran, Mojo, Surabaya. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Dampak gangguan distribusi akibat konflik di wilayah Timur Tengah, mulai dirasakan dampaknya masyarakat, terutama setelah harga komoditas plastik melonjak tajam dalam waktu relatif singkat.

Kondisi tersebut memberi tekanan besar bagi pelaku usaha makanan dan minuman, dikarenakan plastik masih menjadi pilihan utama kemasan yang murah dan praktis digunakan sehari-hari.

Setelah harga plastik naik, banyak pedagang kecil yang mengeluhkan biaya operasional membengkak. Namun, mereka ragu menaikkan harga jual karena khawatir menurunkan daya beli konsumen.

Dilema ini dialami Firmansyah, pedagang Mie Ayam dan Bakso di daerah Dukuh Kupang, Kecamatan Sawahan, Surabaya. Ia menyebut harga plastik melambung sejak momen Lebaran 2026.

"Lebaran itu sudah naik (harga plastik). Naiknya ya tergantung jenis plastik, ada yang naik Rp 2 ribu, ada yang Rp 3 ribu, kalau plastik bening 1 kiloan ini naik Rp 3 ribu terakhir saya beli," tuturnya kepada JawaPos.com, Rabu (8/4).

Pedagang asal Malang ini mengaku keberatan dengan kenaikan harga plastik, sebab dalam aktivitas jualannya, ia memerlukan berbagai jenis plastik bening untuk membungkus minuman serta pesanan mie ayam dan bakso.

"Plastik ya biasanya buat yang dibawa pulang. Plastik bening ukuran sekilo buat bungkus bakso, mie ayam, terus minuman. Ada juga plastik bening ukuran 1/4 buat wadah sambal, kecap, begitu," imbuhnya.

Meski begitu, Firman mengaku tidak ada kenaikan harga pasca plastik melonjak. Satu porsi bakso tetap dijual dengan harga Rp 15 ribu, sementara satu porsi mie ayam dijual seharga Rp 11 ribu.

"Harganya tetep, sih. Nggak ada arahan dari bos buat naikin harga, jadi harga tetap. Kita nggak tahu detailnya, karena yang menentukan harga itu bos, yang jelas harga tetap, porsi juga nggak dikurangi," ucapnya.

Keluhan serupa juga dialami Sumiati, penjual gorengan di wilayah Mojo, Kecamatan Gubeng, Surabaya. Perempuan 40 tahun itu mengaku pasrah dehgan kenaikan harga plastik yang mengikis omzetnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore