Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 Oktober 2025 | 00.21 WIB

Tim SAR Gunakan Lebih Banyak Alat Berat, 40 Jenazah Sudah Ditemukan Termasuk 3 Body Part dalam Ambruknya Ponpes Al Khoziny

Kantong jenazah korban reruntuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo datang di RS Bhayangkara Surabaya. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com) - Image

Kantong jenazah korban reruntuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo datang di RS Bhayangkara Surabaya. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)

JawaPos.com — Tim SAR gabungan terus bergerak siang ini setelah infrastruktur musala Ponpes Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, ambles dan menimbun para santri dan pengajar. Hingga Minggu (5/10) pukul 16.30 WIB, total kantong jenazah yang berhasil diangkat mencapai 40 dengan penemuan tambahan 3 body part yang masih dalam proses identifikasi.

Evakuasi korban berlangsung makin sulit karena puing beton dan rangka baja menyulitkan akses penyelamatan. Tim SAR harus memilih memotong rangka baja satu per satu dan mengangkat puing bertahap agar tak membahayakan petugas.

Pada operasi Minggu sore ini, Basarnas bersama SAR daerah lain menyertakan lebih banyak alat berat dan peralatan ekstrikasi. Namun penggunaan alat berat sempat dihentikan sementara demi memberi ruang bagi pemotongan besi dan pengangkatan manual.

Sebelumnya total korban meninggal dunia tercatat 39 orang dan dua sisanya ditemukan dalam wujud body part. Sementara itu, keseluruhan jumlah korban dari musibah ini mencapai 143 orang dengan 104 orang selamat.

Semua jenazah yang berhasil diangkat langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk proses identifikasi oleh tim DVI. Posko DVI terus bekerja menyandingkan data ante­mortem dan postmortem guna memastikan identitas setiap korban.

Tim DVI Polda Jatim telah menerima sedikitnya 17 jenazah dan satu body part di posko Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya per Sabtu malam (4/10). Malam itu Tim DVI sukses mengidentifikasi tiga jenazah dari kalangan santri dengan data medis, gigi, sidik jari, dan properti korban.

Korban pertama teridentifikasi sebagai Firman Nur (16), warga Jalan Tembok Lor 3 No. 8 A Surabaya, lewat pencocokan gigi, aspek medis, dan properti terkait. Korban kedua bernama Muhammad Azka Ibadur Rahman (13), asal Jalan Randu Indah No. 14 Kenjeran Surabaya, dikenali lewat medis dan properti.

Korban ketiga bernama Daul Milal (15), warga Jalan Sido Kapasan Gang 8 No. 18 Surabaya, berhasil diidentifikasi melalui sidik jari, gigi, medis, serta barang milik korban. Ketiganya diserahkan malam itu kepada keluarga karena kondisi jenazah masih utuh dan telah melewati proses alamiah.

Menurut Kabiddokes Polda Jatim Kombes Pol M Khusnan Marzuki, proses identifikasi jenazah terus dipercepat sesuai harapan keluarga yang menanti kepastian. Dalam pernyataan publiknya, Khusnan menyampaikan duka mendalam atas kerugian besar yang dialami oleh santri dan keluarga mereka.

"Hari Sabtu tanggal 4 Oktober tahun 2025, Tim DVI Polda Jatim telah berhasil melaksanakan identifikasi terhadap tiga jenazah," ujar Kabiddokes Polda Jatim Kombes Pol M Khusnan Marzuki di depan kamar mayat Rumah Sakit Bhayangkara, Surabaya, Sabtu malam (4/10).

Operasi DVI terus mendalami kecocokan antara data ante­mortem yang dikumpulkan dari keluarga korban dengan data postmortem di lapangan. Setiap rancangan kemajuan identifikasi ditargetkan agar tak ada jenazah tertinggal di bawah reruntuhan.

Evakuasi pun melibatkan banyak lembaga dari berbagai daerah: Kantor SAR Surabaya, BSG, SAR Semarang, SAR Yogyakarta, serta BPBD Kabupaten Sidoarjo dan provinsi. Organisasi relawan seperti Banser, MDMC, SAR Astra, LPBI NU, dan BAZNAS juga terlibat masif dalam usaha pencarian korban.

Emi Freezer dari Basarnas menyebut evakuasi berjalan ekstra hati-hati untuk menjaga keselamatan personel. “Puing kami angkat satu per satu, potong rangka baja, lalu evakuasi jenazah,” ungkap Emi di lokasi ambruknya musala.

Dia menambahkan bahwa penggunaan alat berat tidak mutlak, karena di beberapa titik materi reruntuhan menuntut pendekatan manual agar risiko lebih rendah. Semua sektor utara bangunan menjadi fokus utama dalam pencarian agar potensi korban tak tersisa di bawah reruntuhan.

Para petugas SAR menegaskan satu hal: prioritas utama adalah memastikan tidak ada korban yang tertinggal. Setiap potensi ruang chai, kolom, ataupun sudut reruntuhan diperiksa demi keselamatan dan martabat korban.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore