Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 24 Maret 2025 | 03.13 WIB

Mudik Aman dan Lancar! Polda Jatim Kerahkan 15.231 Personel dan Aplikasi Canggih dengan 1.361 Kamera Pemantau

 
 
 
 

Petugas saat memeriksa kelayakan jalan atau ramp cek pada bus di Terminal Purabaya, Bungurasih, Sidoarjo. (Subditkamsel Ditlantas Polda Jatim)

 
 
JawaPos.com – Polda Jawa Timur mengerahkan 15.231 personel gabungan dari TNI, Polri, dan instansi terkait untuk memastikan arus mudik Lebaran 2025 berjalan aman dan lancar. Langkah ini merupakan bagian dari Operasi Ketupat 2025 yang berlangsung di enam wilayah, termasuk Jawa, Lampung, dan Bali.
 
Direktur Lalu Lintas Polda Jatim, Kombes Pol Komarudin, mengatakan berbagai persiapan telah dilakukan untuk menghadapi lonjakan pemudik. Sebanyak 149 pos pengamanan, 41 pos pelayanan, dan 13 pos terpadu telah disiagakan di titik-titik strategis.
 
"Operasi ini bertujuan agar perjalanan mudik masyarakat berjalan aman, tertib, dan berkeselamatan. Kami juga telah memetakan berbagai potensi kerawanan, termasuk curah hujan yang masih tinggi dan titik-titik genangan air yang bisa menyebabkan perlambatan arus kendaraan," ujar Komarudin, Minggu (23/3).
 
Polda Jatim memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada 27-28 Maret 2025, sementara arus balik diprediksi berlangsung pada 5-7 April 2025. Pemerintah juga telah mengeluarkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) untuk mengurangi kepadatan arus mudik.
 
Untuk memastikan arus lalu lintas tetap terkendali, Polda Jatim telah menyiapkan aplikasi Mahameru Quick Response yang terhubung dengan 1.361 kamera pemantau. Kamera ini tersebar di 84 titik di jalan tol dan 1.277 titik di jalan arteri, serta didukung oleh 107 kamera dashcam yang terpasang di kendaraan patroli.
 
"Kami juga mengembangkan fitur traffic counting untuk memantau volume kendaraan yang masuk dan keluar Jawa Timur secara real-time. Data ini sangat penting untuk menentukan kebijakan rekayasa lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan parah," jelas Komarudin.
 
Saat ini, tercatat 10.884 kendaraan roda dua dan 6.227 kendaraan roda empat masuk ke Jawa Timur, sementara 13.000 kendaraan telah keluar. Jalur-jalur wisata seperti di Malang juga diawasi dengan sistem ini guna mengantisipasi lonjakan pengunjung pada H+1 dan H+2 Lebaran.
 
Polda Jatim juga mengawasi titik-titik rawan kecelakaan, khususnya di jalan tol. Ada tiga titik rawan kelelahan bagi pengendara dari luar Jawa Timur yang masuk ke provinsi ini. Oleh karena itu, pemudik diimbau untuk berhenti di rest area jika merasa lelah.
 
 
Selain mengatur arus mudik, Polda Jatim juga memantau jalur wisata yang biasanya mengalami peningkatan volume kendaraan pada hari libur. Dengan sistem traffic counting, petugas bisa melihat pergerakan kendaraan masuk dan keluar dari kawasan wisata.
 
"Biasanya pada hari Minggu atau akhir pekan setelah Lebaran, kendaraan yang keluar dari tempat wisata lebih banyak dibanding yang masuk. Dengan data ini, kami bisa menentukan kebijakan untuk mencegah kepadatan," tambahnya.
 
Selain itu, informasi terkini mengenai rekayasa lalu lintas dan kondisi jalan akan diperbarui melalui media sosial Polda Jatim setiap jam. Pemudik dapat mengakses informasi ini untuk mengetahui jalur-jalur yang mengalami kemacetan atau pengalihan arus.
 
Dengan berbagai persiapan ini, diharapkan arus mudik di Jawa Timur dapat berjalan lancar dan minim hambatan.
 
 
 
Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore