JawaPos.com-Aksi nekat tiga bocah di bawah umur mencuri sepeda motor membuat warga di sekitar Jalan Harun Thohir, Desa Pulopancikan, Kecamatan Gresik, geram. Ketiganya diketahui sudah beberapa kali melakukan pencurian di lokasi yang berbeda sebelum akhirnya tertangkap basah oleh pemilik kendaraan dan warga sekitar.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa (18/3) sekitar pukul 04.30 WIB. Ketiga anak yang masih berstatus pelajar tersebut adalah F (12), HR (9), dan HR (10). "Ketika berusaha membawa kabur motor korban, mereka langsung dihentikan warga," kata Kapolsek Gresik, Iptu Suharto, Rabu (29/3).
Motor yang menjadi sasaran mereka adalah Yamaha Mio dengan nomor polisi W-6784-MR milik Ade Fajar Muslimin. Saat diperiksa, salah satu bocah, F, ternyata membawa 18 kunci ganda berbagai jenis. "Dari pengakuan awal, mereka sudah merencanakan aksi ini sebelumnya, bahkan sempat melakukan pengamatan di beberapa lokasi untuk mencari sasaran," tambah Suharto.
Menurut polisi, ketiga bocah itu menemukan motor korban sekitar pukul 01.00 WIB, terparkir tanpa kunci ganda di depan sebuah pangkas rambut di Desa Pulopancikan. Setelah memastikan situasi aman, mereka pun beraksi dengan cara mendorong motor tersebut karena belum ada di antara mereka yang bisa mengendarainya. "Mereka sudah memantau lokasi itu sejak beberapa hari sebelumnya dan mengetahui kondisi sekitar," ungkapnya.
Dari hasil penyelidikan awal, aksi pencurian ini bukan yang pertama kali mereka lakukan. Polisi mencatat setidaknya ada empat lokasi yang menjadi tempat mereka beraksi, termasuk Perumahan PPS Desa Suci, Alun-Alun Gresik, Gang Jalan Harun Thohir, serta lokasi terakhir di Desa Pulopancikan. "Kami masih mendalami kasus ini untuk memastikan apakah ada pihak lain yang ikut terlibat atau memanfaatkan mereka," ujar Suharto.
Muhammad Samlan Miladi (55), seorang warga yang menjadi saksi kejadian, mengaku terkejut dengan keberanian para bocah itu. "Mereka tampak biasa saja, tidak menunjukkan rasa bersalah ataupun takut ketika diamankan," tuturnya.
Warga yang sempat emosi akhirnya merasa kasihan setelah mengetahui bahwa pelakunya masih anak-anak. Beberapa dari mereka bahkan menduga ketiga bocah ini tidak beraksi sendiri. "Sepertinya ada yang mengarahkan atau menyuruh mereka. Mudah-mudahan kasus ini bisa terungkap lebih lanjut," tambahnya.
Saat ini, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Ketiga bocah itu mendapatkan pendampingan psikologis agar lebih terbuka dalam memberikan keterangan. "Mereka mengaku melakukan aksi ini atas kemauan sendiri, tapi kami masih mendalami kemungkinan lain," kata Kanit PPA Satreskrim Polres Gresik, Ipda Hendri Hadiwoso.
Selain memeriksa ketiga bocah tersebut, polisi juga menjadwalkan pemanggilan keluarga mereka untuk dimintai keterangan. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, ketiga anak tersebut berasal dari keluarga yang kurang harmonis. Orang tua mereka telah berpisah, sehingga mereka tinggal bersama kakek, nenek, atau paman masing-masing. "Minimnya pengawasan dan pola asuh yang kurang tepat membuat mereka sering berkeliaran tanpa kontrol," ujar Hendri.
Hingga kini, polisi masih terus mendalami kasus ini untuk memastikan apakah ada orang lain yang berada di balik aksi pencurian yang mereka lakukan. (*)