Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 Januari 2025 | 23.46 WIB

Pemprov Jatim Siapkan 1,7 Juta Dosis Vaksin untuk Cegah Penyebaran PMK di Sektor Peternakan

Pj Gubernur Jatim, Adhy Karyono. (Juliana Christy/JawaPos.com).

 
JawaPos.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memaksimalkan upaya penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak yang menyerang sentra-sentra peternakan sapi di beberapa wilayah. Pj Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, memaparkan langkah-langkah yang telah dilakukan untuk meminimalkan dampak PMK terhadap sektor peternakan dan ekonomi masyarakat.
 
“Dari data terbaru, total kasus PMK mencapai 11.317, dengan 70% kasus sedang dalam proses pengobatan. Sebanyak 22% sapi telah dinyatakan sembuh, sementara 2,5% sisanya mati atau harus dipotong paksa. Kami terus memantau perkembangan ini secara intensif,” ujar Adhy saat ditemui di Surabaya.
 
Adhy menegaskan bahwa pemerintah telah menerapkan sejumlah kebijakan strategis untuk mengendalikan penyebaran PMK. Salah satunya adalah memperketat pengawasan lalu lintas perdagangan sapi, khususnya dengan memastikan minimal satu kali vaksinasi sebelum sapi diperjualbelikan.
 
“Kami juga menggelar operasi pasar untuk pengobatan, vaksinasi, dan penyemprotan disinfektan di sentra-sentra peternakan. Para pemilik sapi secara mandiri telah memberikan pengobatan, vitamin, dan vaksinasi kepada ternak mereka. Kami bersyukur stok vaksin yang tersedia saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga enam bulan ke depan,” jelasnya.
 
 
Untuk mendukung upaya vaksinasi massal, Pemprov Jatim telah menyiapkan 25.000 dosis vaksin yang saat ini sedang dalam proses distribusi. Selain itu, sebanyak 320.000 dosis vaksin tambahan telah disediakan melalui anggaran APBD.
 
“Kami juga mendapatkan tambahan vaksin dari pemerintah pusat. Awalnya, kami dijatah 1,4 juta dosis, tetapi setelah koordinasi dengan Menteri Pertanian, jumlah tersebut meningkat menjadi 1,7 juta dosis. Ini adalah kabar baik, dan kami akan mendistribusikannya ke wilayah-wilayah yang paling membutuhkan,” tambah Adhy.
 
Sentra peternakan sapi terbesar di Jawa Timur, seperti Malang dan Pasuruan, menjadi prioritas utama dalam program vaksinasi. Adhy memuji penanganan di kedua wilayah tersebut yang dinilai cukup baik.
 
Namun, beberapa wilayah lain seperti Tulungagung, Situbondo, dan Ponorogo sempat harus menutup sementara pasar hewan atas permintaan warga. “Kami berharap langkah pencegahan dan pengobatan ini dapat segera memulihkan kondisi sehingga ekonomi masyarakat tidak terganggu,” ujarnya.
 
Adhy juga mendorong peternak yang ingin melakukan vaksinasi secara mandiri untuk bekerja sama dengan asosiasi peternak setempat. “Kami telah menjalin kerja sama agar vaksinasi dapat dilakukan dengan cepat dan tepat sasaran. Tujuannya agar populasi sapi tetap sehat dan produktivitasnya tidak terganggu,” imbuhnya.
 
Pemprov Jatim optimistis langkah-langkah ini dapat menekan penyebaran PMK dan menjaga stabilitas ekonomi peternak. Dengan vaksinasi yang masif dan pengawasan ketat, Adhy berharap sektor peternakan sapi dapat kembali normal dalam waktu dekat.
 
“Kami terus berupaya agar pencegahan dan penanganan dilakukan dengan efektif. Harapannya, selain memulihkan kesehatan ternak, ekonomi masyarakat juga tetap terjaga,” tutupnya.
 
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore