Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 Januari 2024 | 17.51 WIB

Viral Polisi Cepek Pakai QRIS di Sidoarjo Jawa Timur, Banjir Tanggapan Pro Kontra dari Warganet

Polisi cepek pakai QRIS di Sidoarjo

JawaPos.com - Metode pembayaran dengan QRIS semakin disukai oleh masyarakat, khususnya yang gemar berbelanja. Semua pedagang pun bisa mendaftar QRIS dengan cukup mudah dan membuat transaksi menjadi semakin nyaman.

Namun keunikan terjadi di Sidoarjo, Jawa Timur, karena QRIS juga digunakan oleh seorang polisi cepek.

Dari video yang diunggah oleh akun Instagram @aslisuroboyo, menunjukkan seorang polisi cepek di kawasan Aloha, Sidoarjo yang berkalungkan kode QRIS di tubuhnya.

Akun tersebut pun mencoba menscan kode QRIS tersebut dan melakukan pembayaran sebagai tanda terima kasih, karena polisi cepek tersebut membantu perjalanan mereka.

Pembayaran pun dinyatakan berhasil pada kode QRIS dengan nama ‘Polisi Cepek Aloha 1’ tersebut.

Postingan tersebut pun ramai dikomentari oleh warganet, khususnya warga Sidoarjo, Surabaya, dan sekitarnya.

Komentar tersebut berisi pro dan kontra tentang penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran polisi cepek.

“Tukang parkir sby gak isin ta ndelok polisi cepek sing gelem gawe qris (Tukang parkir Surabaya apa tidak malu melihat polisi cepet mau pakai QRIS),” kata @fr.syahrudin menyinggung penolakan pembayaran menggunakan QRIS dari Paguyuban Juru Parkir Surabaya beberapa waktu lalu.

“Lebih ikhlas ngasih polisi cepek drpd jukir alfa indo yg cuma bondo prit²an, ga nyebrangno ga opo (Lebih ikhlas ngasih polisi cepek daripada jukir alfa indo yang cuma modal peluit, tidak menyebrangkan),” ujar @newendahsr30.

“Buka jendela ngasih uang sambil muter kdng sek iwuh (masih sulit) lah tambah suruh scan qris aku nyerah pak,” tulis @maybelltina.

“Malah egkok akeh kasus jambret. Soale podo ngetokno HP kabeh. Di delok ae (Malah nanti banyak kasus jambret. Soalnya mengeluarkan HP semua. Dilihat saja),” ucap @nuzul.utama.

Tidak sedikit juga yang malah menanggapi pekerjaan polisi cepek yang membantu banyak pengendara di beberapa kawasan jalanan.

“Mending polisi cepek dari pada kang parkir. Gak ngarahin . Gak Noto . Wayae moleh moro² jumbul, (Mending polisi cepek daripada tukang parkir. Nggak ngarahin. Nggak menata. Ketika mau pulang tiba-tiba muncul)” kata @suci_arshava.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore