
NONTUNAI: Warga men-scan barcode untuk membayar parkir di Jalan Jimerto (9/1/). Dishub akan menggelar uji coba penerapan parkir cashless di lima jalan.
JawaPos.com – Pada periode Agustus–Desember tahun lalu, Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya menerima 674 aduan terkait praktik jukir nakal. Jukir-jukir itu menarik biaya parkir di luar ketentuan hingga tidak memberikan karcis parkir. Sejumlah warga berharap dishub segera menerapkan parkir nontunai.
Salah satu yang mendukung kebijakan parkir cashless adalah Haikal Ali. Pedagang handphone (HP) di Pasar Blauran itu mengatakan, parkir nontunai dapat mencegah praktik pungli yang kerap dilakukan jukir.
”Seperti di kawasan Ampel. Biaya parkir sepeda motor dipatok Rp 5.000, sedangkan mobil Rp 10 ribu. Dua kali lipat dari tarif normal,” kata Haikal saat ditemui kemarin (11/1).
Meski dinilai memberikan banyak manfaat, dia meminta dishub menyiapkan secara optimal parkir nontunai. Sebab, warga yang parkir di Jalan Blauran tidak semuanya membawa HP atau e-money. ”Karena parkir kan dadakan, bukan direncanakan. Jadi, bisa saja tidak bawa HP dan sebagainya,” ujar pria 45 tahun tersebut.
Bayu Saputra juga mendukung implementasi parkir nontunai. Dia optimistis pelayanan bakal lebih tertib bila parkir cashless diterapkan.
”Mungkin awal-awal agak susah karena orang belum terbiasa membayar parkir nontunai. Namun, lama-lama juga akan terbiasa. Seperti bayar tol. Sekarang masyarakat sudah terbiasa membayar pakai e-money,” kata Bayu.
Kepala UPT Parkir Dishub Surabaya Jeanne Mariane Taroreh mengatakan, pihaknya sudah memetakan titik-titik parkir yang dikeluhkan warga. Misalnya, di Taman Prestasi, Kebun Binatang Surabaya (KBS), sekitar RS Siloam, dan kawasan Ampel. ”Kami dapat laporan jukir tidak memberikan karcis,” terangnya.
Akhir tahun lalu, petugas gabungan mengamankan 10 jukir liar di KBS. Sebab, para jukir tersebut menarik biaya parkir yang sangat mahal. Tarif untuk mobil Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu. Sedangkan motor dipatok Rp 10 ribu.
Salah satu solusi untuk menekan praktik jukir liar ialah dengan penerapan parkir nontunai. Untuk tahap awal, dari total 1.370 titik parkir yang dikelola pemkot, lima jalan akan diuji coba terlebih dahulu untuk penerapan parkir tanpa bayar uang tunai itu.
Dishub Tindak Lanjuti 384 Laporan
Kasubbag TU UPT Parkir Dishub Surabaya Afan Abdillah menjelaskan, dari total 674 laporan warga soal parkir, sebanyak 384 aduan sudah ditangani. Sedangkan aduan yang belum ditindaklanjuti disebabkan laporan itu belum jelas lokasinya. Misalnya, parkir di minimarket. Titik parkir tersebut bukan kewenangan dishub.
”Aduannya beragam. Mulai tarif yang dipatok melebihi aturan, menulis tarif parkir sendiri, hingga karcis tidak diberikan kepada pengguna jasa parkir (PJP),” terangnya.
Afan menegaskan, 384 jukir sudah disanksi oleh petugas. Wujud hukumannya adalah dengan menyita sementara kartu anggota jukir tersebut. Dengan begitu, mereka tidak diperbolehkan bekerja di lapangan.
Apabila jukir tersebut tetap melakukan pelanggaran, sanksi yang dikenakan jauh lebih berat. ”Sanksinya dicopot,” tegas Afan. (ian/omy/c6/aph)
PENINDAKAN JUKIR NAKAL

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
