Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 November 2023 | 01.31 WIB

Pemkot Surabaya Gandakan Penyemprotan TPA Benowo Demi Hilangkan Bau Saat Pertandingan Piala Dunia U-17 Berlangsung di Stadion GBT

Petugas melakukan penyemprotan di area TPA Benowo, Surabaya, Senin (13/11). Selama Piala Dunia U-17 penyemprotan diintensifkan untuk menghilangkan bau sampah. - Image

Petugas melakukan penyemprotan di area TPA Benowo, Surabaya, Senin (13/11). Selama Piala Dunia U-17 penyemprotan diintensifkan untuk menghilangkan bau sampah.

JawaPos.com - Bau menyengat dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo Surabaya sempat dikhawatirkan akan tercium hingga Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) saat berlangsung pertandingan Piala Dunia U-17.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperhatikan hal tersebut. Pihaknya menerapkan perlakuan khusus selama event bergengsi itu berlangsung yaitu melakukan penyemprotan.

Sub Koordinator Pengelolaan Sarana dan Prasarana Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya Agustinus Hendra CA mengatakan, penyemprotan TPA Benowo sudah menjadi bagian dari persiapan Piala Dunia U-17.

Agustinus menyatakan upaya menekan bau menyengat dengan penyemprotan tersebut sudah berjalan sejak awal November lalu.

"Sebelumnya, ini pengelolaan rutin di TPA Benowo. Tapi, kemarin persiapan menjelang pembukaan Piala Dunia lebih intens," ujarnya Senin (13/11) seperti dikutip dari Radar Surabaya.

Khusus selama Piala Dunia U-17, penyemprotan TPA Benowo bisa empat kali dalam sehari. Pada hari biasa, penyemprotan cairan mikro organik itu maksimal dua kali sehari.

"Titik penyemprotannya lebih banyak dan tersebar," imbuhnya.

Penyemprotan sesi pertama berlangsung pagi hari. Kemudian penyemprotan kedua dilakukan siang hari untuk mengantisipasi penguapan, dan berlanjut hingga sore dan malam hari.

"Kalau hari biasa itu pagi pukul 07.30 dan 12.00. Kita tambah sore sampai malam harinya. Siang ke sore masih ada panas, khawatir terjadi penguapan juga," ujarnya.

Ia menambahkan penyemprotan juga berlanjut hingga malam karena pihaknya mengalihkan jam operasional TPA menjadi malam hari. Saat itu ada sampah baru yang datang.

"Kita semprot juga yang baru datang supaya pagi harinya tidak terlalu kuat baunya. Kalau dibiarkan, petugas yang pagi hari perlu kerja ekstra," ungkapnya.

Agustinus menyebutkan, ada 5-6 titik lokasi penyemprotan dalam sekali pengerjaan, yaitu beberapa tumpukan sampah TPA. Selain itu, penyemprotan juga dilakukan di gasifikasi PSEL Benowo, akses masuk GBT dari tol, akses masuk ke TPA, hingga kawasan rumah-rumah pemulung.

"Kita terus monitoring titik mana yang masih menyengat, itu segera disemprot. Kalau di area masuk GBT dirasa sudah aman, kita fokuskan ke titik lain," terangnya.

Menurutnya, cairan yang bernama Eco Lindi itu cukup ampuh. Selain berfungsi menekan bau, penyemprotan cairan itu bisa mengurangi lalat.

"Dalam sehari kita siapkan sekitar 30 ribu liter. Pelaksananya PT Sumber Organik selaku pengelola TPA Benowo," pungkasnya.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore