
Petugas melakukan penyemprotan di area TPA Benowo, Surabaya, Senin (13/11). Selama Piala Dunia U-17 penyemprotan diintensifkan untuk menghilangkan bau sampah.
JawaPos.com - Bau menyengat dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo Surabaya sempat dikhawatirkan akan tercium hingga Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) saat berlangsung pertandingan Piala Dunia U-17.
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperhatikan hal tersebut. Pihaknya menerapkan perlakuan khusus selama event bergengsi itu berlangsung yaitu melakukan penyemprotan.
Sub Koordinator Pengelolaan Sarana dan Prasarana Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya Agustinus Hendra CA mengatakan, penyemprotan TPA Benowo sudah menjadi bagian dari persiapan Piala Dunia U-17.
Agustinus menyatakan upaya menekan bau menyengat dengan penyemprotan tersebut sudah berjalan sejak awal November lalu.
"Sebelumnya, ini pengelolaan rutin di TPA Benowo. Tapi, kemarin persiapan menjelang pembukaan Piala Dunia lebih intens," ujarnya Senin (13/11) seperti dikutip dari Radar Surabaya.
Khusus selama Piala Dunia U-17, penyemprotan TPA Benowo bisa empat kali dalam sehari. Pada hari biasa, penyemprotan cairan mikro organik itu maksimal dua kali sehari.
"Titik penyemprotannya lebih banyak dan tersebar," imbuhnya.
Penyemprotan sesi pertama berlangsung pagi hari. Kemudian penyemprotan kedua dilakukan siang hari untuk mengantisipasi penguapan, dan berlanjut hingga sore dan malam hari.
"Kalau hari biasa itu pagi pukul 07.30 dan 12.00. Kita tambah sore sampai malam harinya. Siang ke sore masih ada panas, khawatir terjadi penguapan juga," ujarnya.
Ia menambahkan penyemprotan juga berlanjut hingga malam karena pihaknya mengalihkan jam operasional TPA menjadi malam hari. Saat itu ada sampah baru yang datang.
"Kita semprot juga yang baru datang supaya pagi harinya tidak terlalu kuat baunya. Kalau dibiarkan, petugas yang pagi hari perlu kerja ekstra," ungkapnya.
Agustinus menyebutkan, ada 5-6 titik lokasi penyemprotan dalam sekali pengerjaan, yaitu beberapa tumpukan sampah TPA. Selain itu, penyemprotan juga dilakukan di gasifikasi PSEL Benowo, akses masuk GBT dari tol, akses masuk ke TPA, hingga kawasan rumah-rumah pemulung.
"Kita terus monitoring titik mana yang masih menyengat, itu segera disemprot. Kalau di area masuk GBT dirasa sudah aman, kita fokuskan ke titik lain," terangnya.
Menurutnya, cairan yang bernama Eco Lindi itu cukup ampuh. Selain berfungsi menekan bau, penyemprotan cairan itu bisa mengurangi lalat.
"Dalam sehari kita siapkan sekitar 30 ribu liter. Pelaksananya PT Sumber Organik selaku pengelola TPA Benowo," pungkasnya.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
