
CETAK DOKTER SEKALIGUS HAFIZ: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam hafiah dan wisuda khatmil Quran di Ponpes Al Falah, Ploso, Kediri, Sabtu (30/9).
JawaPos.com – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta para penghafal Alquran (hafiz dan hafizah) untuk tak berhenti belajar. Selain menghafal Alquran, mereka perlu belajar tentang sains dan teknologi.
Khofifah menyampaikan pesan tersebut saat menghadiri haflah dan wisuda khatmil Quran di Pondok Pesantren Tarbiyatul Qur’an Al Falah, Ploso, Kabupaten Kediri, Sabtu (30/9) malam. Total, ada 421 santriwati yang mengikuti haflah dan wisuda khatmil Quran. Mereka terdiri atas khotimat bil ghoib 23 wisudawati, khotimat bin nadhor 100 wisudawati, dan khotimat juz amma 298 wisudawati.
Khofifah juga bercerita mengenai kisah Ibnu Sina, tokoh Islam yang dikenal sebagai hafiz sekaligus ahli kedokteran dan astronomi. ”Saya berharap semuanya bisa menjadi penerus Ibnu Sina,” tutur Khofifah.
Mengikuti jejak Ibnu Sina memang tak mudah. Perlu dukungan dari para ustad dan ustadah. ”Jadi, para ustadah yang sehari-hari menerima setoran hafalan para santriwati mulai sekarang bisa menilai dan mempersiapkan santri-santrinya guna memanfaatkan peluang tersebut. Diklasifikasi sesuai dengan talenta dan minatnya, baik coding, AI, maupun ilmu sains lainnya, khususnya kedokteran,” kata Khofifah.
Ketua umum PP Muslimat NU itu menyebut bahwa dukungan terhadap para penghafal Alquran cukup besar. Buktinya, ada banyak beasiswa yang diberikan. Sejumlah kampus menawarkan beasiswa untuk hafiz dan hafizah.
”Kenapa hafiz/hafizah? Karena menurut Pak Rektor, hafiz/hafizah memiliki keunggulan dalam memori menghafal. Ini merupakan potensi yang sangat dibutuhkan dalam dunia kedokteran, termasuk untuk menghafal bahasa coding hingga mempelajari artificial intelligence,” jelas Khofifah.
Dia juga berpesan agar para wisudawan terus menjaga karakter dan moral bangsa. Caranya, mengamalkan ilmunya ketika sudah selesai dari pondok pesantren. Ini penting agar karakter dan moralitas generasi muda tetap terjaga dari gempuran nilai-nilai yang bertentangan dengan Islam dan kemanusiaan.
Misal, terkait dengan kampanye LGBT. Gubernur Khofifah mengingatkan, saat ini kampanye LGBT marak dilakukan dengan sangat halus. Dia memiliki beberapa contoh aksesori berupa gelang yang jamak dipakai muda-mudi. Di gelang itu terdapat tulisan ”transgender”, ”biseks”, dan istilah-istilah LGBT lainnya.
Bukan hanya itu, kampanye LGBT juga dijumpai pada tayangan kartun-kartun. Siapa yang menyangka tayangan untuk anak-anak tersebut disusupi nilai-nilai yang ingin menormalisasi LGBT di Indonesia. ”Kepada orang tua, tolong dijaga semua putra-putri kita dengan baik,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Khofifah menandatangani plakat peresmian gedung baru Ponpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah, Ploso, Kediri. Sejumlah tokoh dan ulama turut hadir. Di antaranya, Ketua Umum MUI KH Muhammad Anwar Iskandar, Ketua PWNU Jatim KH Marzuqi Mustamar, pengasuh Ponpes Al Falah Ploso KH Nurul Huda Djazuli, dan Ibu Nyai Hj Lailatul Badriyah. (hen/c14/oni)

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
