Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 September 2023 | 17.21 WIB

Sungai Pelayaran di Taman Sidoarjo Berbau Menyengat-Penuh Sampah, Pekan Depan Dinormalisasi

TAK KELIHATAN AIRNYA: Sampah memenuhi Sungai Pelayaran di Desa Tawangsari, Kecamatan Taman, Senin (25/9). - Image

TAK KELIHATAN AIRNYA: Sampah memenuhi Sungai Pelayaran di Desa Tawangsari, Kecamatan Taman, Senin (25/9).

JawaPos.com – Sungai Pelayaran di Desa Tawangsari, Kecamatan Taman, penuh sampah. Tepatnya, di dekat pintu air Desa Tawangsari. Akibat sampah menumpuk, warga terpapar bau busuk yang sangat menyengat.

Warga RT 2, RW 11, Desa Tawangsari, Winarno menyebut sudah sekitar satu setengah bulan sungai itu tidak dibersihkan. Imbasnya, sampah yang bercampur lumpur menumpuk di titik dekat pintu air tersebut.

’’Baunya menyengat. Kami takut itu limbah. Harapannya bisa segera dibersihkan,’’ kata Winarno.

’’Ini juga kan mau musim hujan. Perlu dikeruk agar nanti aliran air tidak sampai meluber. Sebab, samping sungai ini berbatasan langsung dengan jalan dan halaman rumah warga,’’ lanjutnya.

Kabid Ketersediaan Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo Suprayitno mengakui, sungai tersebut memang kerap dipenuhi sampah dan enceng gondok.

Dia menyebut kondisi itu bukannya dibiarkan. Rencananya, sungai tersebut dibersihkan, tapi secara bertahap. Saat ini pembersihan masih dilakukan di Sungai Pelayaran sisi selatan dan barat.

’’Proses pembersihan masih sampai di Desa Krembangan, Kecamatan Taman. Ada pengerukan di sana. Prosesnya bertahap nanti ke titik yang penuh sampah di Tawangsari,’’ kata Prayit.

Menurut dia, pembersihan idealnya tidak hanya dilakukan di satu titik. Namun, menyeluruh hingga di bagian hulu sungai. ’’Karena itu, pembersihan dilakukan bergiliran dan bertahan di titik-titik yang kotor,’’ katanya.

Apakah ada indikasi sebagai tempat pembuangan limbah? Prayit menyatakan belum bisa memastikan hal tersebut. Sebab, harus ada penelitian dan pengecekan yang mendalam.

Namun, berdasar pengamatan sementara, yang terlihat hanya endapan sungai, sampah, dan enceng gondok. Beberapa enceng gondok yang mati dan hanyut di sungai juga membusuk.

Prayit mengatakan, sungai tersebut menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. Namun, pihaknya mengupayakan tetap ada penanganan dari dinasnya.

Kepala DPUBMSDA Sidoarjo Dwi Eko Saptono mengungkapkan, upaya normalisasi di titik tersebut mulai dilaksanakan minggu depan. Normalisasi dilakukan sepanjang 2 kilometer.

’’Ada pengangkatan sampah dan sedimen sungai. Nanti sampah dibuang di spoil bank yang sudah di siapkan di tiap desa,’’ ujarnya.

Dwi menuturkan, penanganan sampah dilakukan sejak hilir sungai. Artinya, desa sekitarnya seperti Krembangan dan Tanjungsari juga dinormalisasi.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore