
Para pegiat musik tradisional keroncong hearing dengan Komisi C DPRD Kota Surabaya.
JawaPos.com–Para pegiat musik tradisional keroncong mendatangi ruangan Komisi C DPRD Kota Surabaya. Mereka tergabung dalam Paguyuban Artis Musik Keroncong Indonesia (Pamori). Ketua DPD Pamori Kota Surabaya Mulyadi hadir bersama jajaran pengurus, juga pembina Tatag Triwibowo.
Mereka diterima Ketua Komisi C Baktiono. Baktiono mengatakan, senang masih ada yang mau melestarikan seni dan kebudayaan lokal (Pamori).
”Mereka semangat untuk bisa bermain dan tampil menghibur khususnya warga Surabaya,” kata Baktiono.
Menurut pria yang juga menjadi Sekretaris DPC PDIP Surabaya itu, keroncong merupakan kesenian tradisional yang harus dilestarikan dan difasilitasi pemerintah kota, agar dapat tampil menghibur warga Kota Surabaya. Tak hanya itu, Baktiono juga sepakat jika keroncong bisa masuk ke dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah.
”Karena keroncong termasuk kesenian tradisional yang asal-usulnya dari Portugis. Namun sudah dimodifikasi, sudah diadopsi juga oleh bangsa Indonesia,” jelas Baktiono.
Dia menyatakan, musik keroncong ini tidak ada unsur kekerasan sama sekali. Dan syair liriknya juga musiknya bisa menyentuh pikiran hati yang paling dalam. Musik keroncong paduan kolaboratif dan dinamis. Di mana semuanya bermain secara harmonis, dinamis, aktif.
”Gitarnya itu main terus, melodi. Serulingnya juga tidak pernah berhenti, improvisasi terus termasuk biola,” tutur Baktiono.
Nanti bisa tampil pada hari-hari nasional, acara-acara warga, atau ditampilkan Pemerintah Kota Surabaya secara bergantian. Sebab, lanjut Baktiono, keroncong di Surabaya masih ada, masih eksis, saat ini mereka di kafe-kafe atau tempat lain.
Mulyadi Ketua Pamori Kota Surabaya menyatakan, pihaknya melakukan hearing ke komisi C untuk menyampaikan aspirasi agar pemerintah dapat memantau langsung perkembangan seni tradisional lewat musik keroncong tersebut.
”Di Surabaya musik keroncong memprihatinkan. Karena itu musik keroncong jangan sampai punah. Perlu berjuang keras sampai akar rumput. Bagaimana keroncong ini bisa masuk ke dunia pendidikan melalui kegiatan ekstrakurikuler, sebagai muatan lokal,” ungkap Mulyadi.
Dia berharap ada perhatian dari pemerintah kota, untuk diberikan kontribusi bisa tampil di hotel, rumah makan, dan tempat-tempat wisata. ”Kita harus aksen berani tampil beda, bagaimana keroncong digandrungi anak-anak muda khususnya milenial,” kata Mulyadi.
Untuk jumlah grup yang eksis tergabung dalam Pamori ada 35. Setiap tahun aktif mengadakan event parade dan festival musik keroncong.
Terpisah, Tatag Triwibowo menjelaskan, hearing ke dewan itu untuk melestarikan seni keroncong sebagai warisan perjuangan yang memiliki nilai-nilai kebangsaan. ”Kita harapkan pemerintah bisa mendorong pelestarian keroncong melalui sekolah. Selain itu, juga memberikan wadah seniman keroncong eksis, sehingga bisa menambah kesejahteraan,” terang Tatag Triwibowo yang juga Direktur Auto Unika Mekanik itu.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
