Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 23 Juni 2019 | 03.11 WIB

Realisasikan Akses Tembus Dharmahusada–MERR

RAPIKAN DULU: Petugas gabungan mengangkut barang-barang rongsokan di lahan yang bakal menjadi akses penghubung Jalan Dharmahusada dan Jalan Ir Soekarno kemarin. (Robertus Risky/Jawa Pos) - Image

RAPIKAN DULU: Petugas gabungan mengangkut barang-barang rongsokan di lahan yang bakal menjadi akses penghubung Jalan Dharmahusada dan Jalan Ir Soekarno kemarin. (Robertus Risky/Jawa Pos)

JawaPos.com - Sesuai rencana awal, Jalan Dharmahusada bisa tembus langsung ke middle east ring road (MERR) atau Jalan Ir Soekarno. Tanpa perlu melintas ke Jalan Dharmahusada Indah I atau Jalan Dhamahusada Utara VIII. Untuk melintasi dua rute yang ada sekarang, pengendara berjalan lebih jauh sekitar 1,2–1,4 kilometer.

Pembangunan jalan tembus sepanjang 300 meter itu terkendala pembebasan lahan. Salah satunya makam leluhur warga sekitar yang mendapat penolakan dari warga. Camat Mulyorejo Sair mengatakan, ada makam di lahan yang seharusnya masuk peta jalan. ’’Saat akan direlokasi, warga menolak karena dianggap makam leluhur,’’ katanya kemarin (21/6).

Akibat pembebasan lahan yang mandek itu, pengerjaan hingga kini terhenti. Selain milik warga, akses tersebut menggunakan lahan pengembang. Terdapat lahan sepanjang 100 meter yang sudah disiapkan pengembang untuk jalan itu. ’’Kalau jalan ini bagian dari fasum milik pengembang,’’ jelas Sair.

Bentuknya berupa jalan yang terdiri atas dua jalur. Awalnya sudah beraspal. Namun, karena tidak ada kelanjutan selama bertahun-tahun, jalan itu sekarang rusak. ’’Hingga kini belum ada lagi informasi soal pembebasan lahan pengembang tersebut,’’ jelas Sair.

Kawasan itu lama-kelamaan jadi kumuh karena digunakan untuk parkir mobil, gerobak milik pedagang kaki lima (PKL), dan gudang rongsokan. Petugas Kecamatan Mulyorejo sudah berkali-kali menertibkan kawasan itu.

Masalah gerobak dan parkir mobil sudah bisa teratasi. Tetapi tidak dengan tumpukan rongsokan milik orang yang bukan warga di sana. Statusnya pun bukan penyewa lahan.

Sair mengatakan, pihaknya sudah sering memperingatkan mereka untuk menertibkan sendiri barang bekas dan rongsokan di sana, tetapi tidak digubris. ’’Spanduk peringatan sudah dipasang, surat peringatan (SP) juga sudah diberikan,’’ papar Sair saat memimpin penertiban kemarin.

Pihak kecamatan lantas mengambil langkah tegas. Kemarin pukul 06.00 petugas gabungan dari Kecamatan Mulyorejo, kelurahan, dan Satpol PP Kota Surabaya mengangkut semua barang rongsokan. ’’Tidak ada toleransi. Kami sebenarnya tidak melarang mereka usaha, tapi harus tahu tempat. Kalau mau ya di lahan mereka sendiri, tidak memanfaatkan fasum (fasilitas umum),’’ tambah Sekcam Mulyorejo Deddy Sjahrial Kusuma.

Barang di lokasi itu pun beragam. Mulai pintu, kasur, kloset, lemari, kursi, hingga peralatan elektronik berupa mesin cuci dan kulkas. Yang parah, pemilik rongsokan juga menumpuk barang yang sudah tidak memiliki nilai jual. Selain kumuh, tumpukan tersebut dikhawatirkan menimbulkan kebakaran.

Barang-barang itu pun dibawa ke pool Satpol PP di Tanjungsari. Adapun sampah-sampah langsung diangkut ke TPA Benowo dan TPS Gunung Anyar. Dengan dibantu ekskavator milik dinas pekerjaan umum bina marga dan pematusan (DPUBMP), total ada lebih dari 10 truk yang mengangkut rongsokan.

Sair menambahkan, pihaknya juga bakal berkoordinasi dengan pengembang. Rencananya diusulkan pemasangan portal di depan jalan. Dengan begitu, tidak ada lagi kendaraan maupun rongsokan yang memanfaatkan lahan kosong itu. ’’Semoga bisa segera terealisasi nanti,’’ jelasnya

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore