Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 Juli 2025 | 05.15 WIB

Tiga Koperasi Merah Putih di Surabaya Mulai Beroperasi, Layani Bahan Pokok hingga Pinjaman

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi setelah mengikuti acara peluncuran Koperasi Merah Putih, melalui zoom di Convention Hall Jalan Arief Rachman Hakim, Senin (21/7). (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi setelah mengikuti acara peluncuran Koperasi Merah Putih, melalui zoom di Convention Hall Jalan Arief Rachman Hakim, Senin (21/7). (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya ambil bagian dalam program nasional Koperasi Merah Putih, yang diluncurkan serentak oleh Presiden Prabowo Subianto, Senin (21/7), sebagai upaya penguatan ekonomi rakyat.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyebut dari total 80.081 kelembagaan Koperasi Merah Putih se-Indonesia, sebanyak 153 di antaranya berada di Kota Pahlawan. Seluruhnya sudah tercatat di Kementerian Hukum (Kemenkum).

"Alhamdulillah sudah terbentuk di 153 kelurahan dan masing-masing sudah tercatat di Kemenkumham," tutur Eri setelah mengikuti acara peluncuran via zoom di Convention Hall di Jalan Arief Rachman Hakim, Senin (21/7).

Namun, baru tiga Koperasi Merah Putih di Surabaya yang beroperasi mulai hari ini. Masing-masing berada di Kelurahan Sumber Rejo (Pakal), Kelurahan Tambak Rejo (Simokerto), dan di Kelurahan Semolowaru (Sukolilo).

"Ada tiga koperasi yang sudah berjalan, ada yang terkait bahan pokok, simpan pinjam, dan toko kelontong. Dari yang sudah bergerak, satu (Koperasi Merah Putih) menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Blitar," imbuhnya. 

Kerja sama ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan pokok. Pemkot Surabaya juga akan menindaklanjuti kerja sama dengan Bulog, sehingga penjualan beras di Koperasi Merah Putih tidak boleh melebihi HET.

Terkait dukungan permodalan, Eri menyebut pemerintah pusat telah menyiapkan skema bantuan tersendiri. Tak hanya itu, Pemkot Surabaya juga memberikan akses pinjaman berbunga ringan untuk koperasi.

“Kalau dari kita sudah siapkan pinjaman melalui BPR Surabaya. Jadi nanti akan kita buka, atau yang koperasinya bergerak besar, itu kita bunganya adalah UMKM yang kita maksimal 0-3 persen,” ujar Eri Cahyadi.

Guna memastikan pengelolaan berjalan transparan, Wali Kota Eri menegaskan seluruh KKMP di Surabaya akan memakai sistem digital demi akuntabilitas, serta mendapat pendampingan dari Dinas Koperasi (Dinkopdag).

"Jadi termasuk barang masuk, barang keluar, terus transaksi, semua dilakukan melalui aplikasi. Tidak ada lagi seperti yang disampaikan Pak Presiden, ketua (koperasi) untung dulu, tidak ada," tukas Eri. (*)

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore