Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Agustus 2025 | 22.10 WIB

Anggota DPRD Surabaya Eri Irawan Sebut Penolakan Bus Trans Jatim Koridor VII Sudah Tepat untuk Integrasi Transportasi

Ilustrasi bus Trans Jatim. (Dok/Jawa Pos) - Image

Ilustrasi bus Trans Jatim. (Dok/Jawa Pos)

JawaPos.com-Keputusan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menolak bus Trans Jatim Koridor VII masuk ke Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ), menuai kontroversi dan memicu berbagai reaksi di masyarakat.

Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Eri Irawan menilai, meski menuai polemik, langkah yang dilakukan Pemkot Surabaya sudah tepat. Sebab mengintegrasikan secara intermoda terhadap semua sarana transportasi yang ada. 

Trans Jatim Koridor VII sebagai bus antarkota diharapkan berhenti di titik batas kota, dalam hal ini di Karangpilang. Dinas Perhubungan Kota Surabaya akan menyiapkan feeder perintis untuk melayani rute tersebut.

”Sehingga saling mengisi. Jadi jangan dibilang seolah Surabaya menolak, toh sudah diberi solusi. Kan integrasi intermoda antara Trans Jatim dan transportasi umum di Surabaya sudah berjalan," tutur Eri, Minggu (20/7).

Dia juga menyoroti pentingnya pendekatan berbasis data dalam menentukan rute layanan. Sebab menurut Eri, Dishub Jawa Timur dan Dishub Surabaya sama-sama menghadapi tantangan keterbatasan sumber daya. 

Eri mengatakan Rute Trans Jatim Koridor VII yang dipermasalahkan memakan waktu tempuh lebih dari 3 jam. Selain terlalu lama, pola bangkitan penumpangnya juga dinilai belum optimal.

Dari sisi pembiayaan, rute tersebut dianggap tidak efektif. Oleh sebab itu, Dinas Perhubungan Jawa Timur berencana mengalihkan rute menuju Lamongan, alias tetap dalam skema Gerbangkertasusila.

"Nah kalau alasan mendasarnya adalah pola bangkitan lalu waktu tempuh hingga variabel kemacetan, jangan kemudian Surabaya dikambinghitamkan dengan seolah-olah rute ini batal karena ditolak Surabaya,” tambah Eri.

Legislator dari PDI Perjuangan tersebut menekankan bahwa pengembangan transportasi umum, membutuhkan koordinasi yang baik antar-instansi pemerintah, mulai dari kementerian, lembaga, dan antar-pemda. 

“Komunikasi yang baik menjadi kunci. Kita butuh energi besar untuk mengembangkan transportasi umum. Jadi jangan mensimplifikasi masalah hanya dengan melempar isu bahwa rute batal karena tidak bisa masuk Terminal Joyoboyo,” seru Eri Irawan.

Trans Jatim Koridor VII semula akan melayani rute Sidoarjo - Surabaya melalui jalur Krembung, Krian (Sidoarjo), melewati Legundi dan Driyorejo (Gresik), lalu ke Karangpilang (Surabaya) dan masuk ke TIJ. 

Namun dengan adanya penolakan dari Pemkot Surabaya, Dinas Perhubungan Jawa Timur berencana mengalihkan rute Trans Jatim Koridor VII ke Lamongan.

Kabar ini telah dibenarkan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Keputusan ini untuk menjaga trayek yang sudah ada, di mana transportasi umum yang masuk Terminal Joyoboyo adalah Suroboyo Bus, Feeder Wira-Wiri, dan Angkot.

"Jadi kita kemarin koordinasikan bahwa kalau kita ini ada tempat Wira-Wiri atau trayek lainnya, maka harus kita jaga betul. Lah kalau langsung masuk Surabaya (Trans Jatim), ini trayek-trayek di Surabaya seperti apa (nasibnya), kan kasihan juga," tutur Eri baru-baru ini. 

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore