Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 13 Juni 2025 | 13.12 WIB

Wali Kota Eri Cahyadi Komit Lindungi Warga Surabaya dari Jeratan Pinjol Ilegal dan Rentenir

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan tanggapan soal peningkatan kasus Covid-19 di beberapa negara Asia Tenggara. (Humas Pemkot Surabaya). - Image

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan tanggapan soal peningkatan kasus Covid-19 di beberapa negara Asia Tenggara. (Humas Pemkot Surabaya).

JawaPos.com - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan bahwa salah satu fokus utama Pemkot Surabaya adalah melindungi warga dari jeratan pinjaman online (pinjol) ilegal dan praktik rentenir yang semakin marak. 

Berbagai upaya dilakukan Pemkot untuk membebaskan warga dari jeratan pinjol dan rentenir. Salah satunya dengan menginisiasi program penyaluran kredit melalui Puspita PT BPR Surya Arta Utama.

Menurut Eri, program ini bisa menjadi garda terdepan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta sektor padat karya, untuk mendapatkan modal dengan pembiayaan yang aman dan terjangkau. 

"Kami sampaikan, kalau ingin meminjam uang untuk pergerakan ekonomi, pinjamlah di kredit kami di Puspita BPR. Kami turun ke semua lapisan masyarakat supaya tidak terjerat beban pinjol," ujar Eri di Surabaya, Jumat (13/6).

Tidak hanya menyediakan penyaluran kredit, Pemkot Surabaya melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) juga gencar memberikan edukasi kepada masyarakat agar membangun budaya keuangan yang sehat.

Wali Kota Eri Cahyadi juga menekankan, pentingnya literasi dan edukasi akses keuangan kepada masyarakat dan pelaku usaha mikro (UMKM) dalam akselerasi transformasi ekonomi digital. 

"Ketika sudah menggunakan digitalisasi, maka pertumbuhan ekonomi itu sangat cepat, sehingga kita bisa mengontrol mana yang lemah dan perlu kita tingkatkan lagi (melalui sebuah kebijakan)," ujarnya

Dengan berbagai program terpadu yang digagas, Wali Kota Eri Cahyadi optimis dapat terus menekan angka kemiskinan dan pengangguran, serta membebaskan masyarakat dari jeratan pinjol dan rentenir. 

“Komitmen ini membuahkan hasil nyata dengan penurunan angka kemiskinan di Surabaya menjadi 1,6 persen pada 2024, salah satunya berkat program kerja TPAKD yang fokus pada akselerasi transformasi ekonomi,” tukas Eri. (*)

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore