Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Maret 2025 | 08.24 WIB

Dewan Sayangkan Efisiensi Anggaran yang Batalkan Pembangunan 2 SMP Negeri di Surabaya

Ilustrasi pelajar SMP di Kota Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Ilustrasi pelajar SMP di Kota Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com - Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Abdul Malik, menanggapi kabar tentang dibatalkannya pembangunan dua Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri karena efisiensi anggaran. 

"Ada beberapa sekolahan yang rencana dibangun di tahun ini. Mulanya ada lima, kemudian dari lima tersebut, dipangkas jadi tiga, karena ada efisiensi sesuai Inpress Nomor 1 tahun 2025," terang Abdul, Rabu (26/3). 

Adapun tiga SMP Negeri baru akan tetap dibangun, lokasinya di Warung Gunung, Tambak Wedi, dan Medokan. Sementara dua lokasi lain yang sebelumnya direncanakan, yakni di Karangpilang dan Rungkut batal dibangun. 

Meski begitu, Abdul menuturkan ada kendala dalam rencana pembangunan tiga SMP Negeri yang berlanjut. Salah satunya adalah material milik Dinas Sumber Daya Alam di Tambak Wedi yang belum dipindahkan.

"Imbaun kami kepada Dinas Sumber Daya Alam agar memindahkan material yang berada di lokasi, sehingga proses pembangunan sekolah di Tambak Wedi bisa segera terealisasi," imbuh politikus PDI Perjuangan tersebut. 

Menurutnya, proses pemindahan material seharusnya tidak memakan waktu lama jika dikerjakan intensif. Abdul juga menyarankan Pemkot untuk melakukan analisis ulang terkait pemanfaatan lahan di Tambak Wedi. 

"(Kalau pembangunan berjalan lancar) tahun depan sekolah ini bisa digunakan, mengingat di wilayah tersebut (Tambak Wedi) sangat urgent. Artinya benar-benar membutuhkan kehadiran sekolah negeri," seru Abdul. 

Di sisi lain, Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruf, menuturkan bahwa pembatalan pembangunan dua SMP Negeri, sudah mempertimbangkan daya tampung, kebutuhan wilayah, dan perkembangan lingkungan. 

"Jika daya tampung tidak seimbang dengan populasi, maka biaya operasional akan lebih besar. Selain itu, pembangunan sekolah juga harus menyesuaikan dengan pertumbuhan kawasan sekitar," tukas Yusuf. 

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore