
Kantin di SMP Negeri 13 Surabaya yang tampak sepi. (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com–Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang sudah dimulai sejak Senin (6/1), menimbulkan kekhawatiran pedagang kantin sekolah. Tidak sedikit dari mereka yang merugi akibat sepinya pembeli.
JawaPos.com datang ke kantin sekolah di SMP Negeri 13 Surabaya. Pemandangan tidak biasa terlihat di sana. Sepi. Tak ada lalu lalang siswa. Dari enam stan yang tersedia, hanya tiga yang tetap buka.
”Orang-orang (tutup atau tidak berjualan) takut gak laku. Kan ada Makan Bergizi Gratis, sementara kita setiap stan itu pasti menjual makan makanan berat,” terang salah satu penjual di Kantin SMPN 13 Surabaya Rini Ari Ani.
Keresahan serupa dialami Sulina. Warga Jemursari itu menjual bakso di kantin SMPN 13 Surabaya. Sulina juga mengaku dagangannya tidak seramai biasanya. Dia menebak mungkin karena Makan Bergizi Gratis.
”Kalau gini terus, kami rugi. Saya berharapnya pihak sekolah, pemerintah mencari jalan tengah. Jadi jangan merugikan sini (penjual kantin), jangan merugikan sana (Makan Bergizi Gratis),” harap Sulina, perempuan berusia 48 tahun itu.
Keluhan para penjual kantin di sekolah yang sepi setelah Makan Bergizi Gratis pun sampai di telinga Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Dia mengatakan, pihaknya sudah melakukan evaluasi hingga menyiapkan solusi.
”Kami akan mengecek kantin-kantin sekolah, apakah benar dikelola UMKM atau bukan. Kalau benar UMKM, kami akan mengupayakan mereka menjadi bagian dari penyedia makanan di program ini,” tutur Eri, Jumat (24/1).
Artinya, penjual kantin di sekolah yang terbukti dikelola UMKM lokal, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan memberdayakan mereka untuk terlibat langsung sebagai penyedia Makan Bergizi Gratis.
”Penjual kantin UMKM nanti kami daftarkan ke Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menjadi bagian yang memasak (menu Makan Bergizi Gratis), sehingga pergerakan ekonomi terjadi,” imbuh Eri Cahyadi.
Eri lantas meminta Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) untuk mendata kantin-kantin UMKM di sekolah Surabaya dan mendaftarkan ke BGN agar bisa terlibat dalam program nasional itu.
”Nanti kita kawal melalui Dinas Koperasi, kita daftarkan, agar mereka bisa menjadi bagian dari yang masak untuk program Makan Bergizi Gratis,” tandas Eri yang juga menjadi Wali Kota Surabaya terpilih periode 2025-2030.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
