SEKOLAH BERSEJARAH: Sejumlah referensi sejarah menyebutkan bahwa SDN Pucang II Sidoarjo dulunya bernama Hollandsch Inlandsche School (HIS). (AHMAD REZA/JAWA POS)
Presiden Pertama Indonesia Soekarno sempat mengenyam pendidikan di Sidoarjo. Meski hingga kini bukti fisiknya belum ada, Putra Sang Fajar itu diyakini bersekolah di SDN Pucang.
AHMAD REZATRIYA BELANI, Sidoarjo
DARI beragam referensi sejarah, Presiden Pertama Indonesia Soekarno kerap dikaitkan dengan beberapa kota. Mulai dari Surabaya, Blitar, Bandung, hingga Jakarta. Di kota itu, Putra Sang Fajar dilahirkan, menempa pendidikan, kuliah, sampai menjadi proklamator kemerdekaan RI.
Tapi, menurut pegiat sejarah Komunitas Sidoarjo Masa Kuno dr Sudi Harjanto, kisah yang dituliskan itu belum sepenuhnya lengkap. Dari riset yang dia kerjakan, Sudi menemukan jejak Soekarno di Kota Delta. ”Diperkirakan ikut ayahnya. Ayahnya seorang guru,” ucapnya.
Pada 28 Desember 1901, pemerintah kolonial Belanda memindahkan Soekemi ke Ploso, Jombang. Di Jombang, Soekemi bertugas selama enam tahun. Dia mengajar di Tweede Klasse Inlandsche atau Sekolah Ongko Loro.
Itu merupakan sekolah dasar dengan masa pendidikan selama tiga tahun. Lokasinya tersebar di seluruh desa.
Pada 23 November 1907, Soekemi dimutasi ke Sidoarjo. Menurut Sudi, informasi itu ada dalam salah satu buku biografi Soekarno. ”Tetapi, dari sumber tersebut sama-sama menyebutkan Sidoarjo sebagai tempat ayah Soekarno mengajar,” ujarnya.
Bukti adanya jejak Soekarno di Sidoarjo makin kuat dengan kedatangan dua warga Belanda ke Sidoarjo untuk mencari tempat kakeknya, PH Classen, bekerja dulu. ”Dua orang Belanda itu MJM Claassen dan Pim Claassen yang datang sekitar tahun 1996,” kata Sudi.
Berbekal foto hitam putih, dua pria tersebut mendatangi kompleks SDN Pucang. Menurut mereka, kakeknya dulu kepala sekolah Hollandsch Inlandesche School (HIS). Itu adalah sekolah untuk golongan anak priayi. Didirikan sekitar 1901.
Sejarawan sempat berbincang dengan Classen bersaudara itu. Dari dialog tersebut, mereka menyampaikan bahwa Soekarno juga pernah sekolah di HIS. ”Mungkin Soekarno ikut ayahnya dan tinggal sementara di Sidoarjo,” ujarnya.
Sayangnya, belum ada bukti fisik yang menyebutkan Soekarno memang mengenyam pendidikan di SDN Pucang. Berdasar foto yang dibawa Classen dari mendiang kakeknya, tidak ada gambar Soekarno saat muda.
Ada kemungkinan Soekarno hanya sebentar bersekolah di HIS sebelum kemudian pindah ke Surabaya. Sementara itu, ada bukti lain yang merekam jejak Soekarno di Sidoarjo. Itu terdapat di berkas ’’Pendaftaran Orang Terkemoeka di Djawa oleh Gunseikanbu” pada masa pendudukan Jepang.
Dalam berkas itu tertulis bahwa Soekarno selepas sekolah di Ploso, Jombang, melanjutkan sekolah di Sidoharjo, ejaan lawas Sidoarjo. ”Tertulis bahwa di Sidoarjo, Soekarno bersekolah jenjang kelas II sekolah paling rendah atau dasar,” terang Sudi.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
