Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 Oktober 2022 | 17.48 WIB

November Luncurkan Sekolahe Arek Suroboyo

PENGATURAN JADWAL PULANG SEKOLAH: Sejumlah siswa SDN Ketintang 1, Surabaya, memberi salam kepada kepala sekolah dan guru sebelum mereka pulang, Jumat (7/10). (Dipta Wahyu/Jawa Pos) - Image

PENGATURAN JADWAL PULANG SEKOLAH: Sejumlah siswa SDN Ketintang 1, Surabaya, memberi salam kepada kepala sekolah dan guru sebelum mereka pulang, Jumat (7/10). (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

JawaPos.com – Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya sedang menyiapkan terobosan untuk menguatkan pendidikan karakter siswa. Nama programnya Sekolahe Arek Suroboyo. Kata ”arek’’ merupakan akronim dari aman, rekreatif, edukatif, dan kegotongroyongan.

”Bahwa kami ingin menciptakan sekolah yang aman, rekreatif, edukatif, dan punya semangat gotong royong,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Surabaya Yusuf Masruh, Jumat (7/10).

Program tersebut mulai disosialisasikan ke sekolah-sekolah. Satu semangatnya adalah memampatkan jam kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Kegiatan belajar formal harus tuntas maksimal pukul 12.00.

”Dua jam selebihnya akan dipakai untuk mengembangkan potensi dan karakter anak,’’ jelas Yusuf.

Pendidikan karakter yang dikembangkan akan disesuaikan dengan karakteristik sekolah. Jika sekolah punya area luas, siswa bisa melakukan proyek dengan menanam tanaman atau berkebun. Kegiatan juga disesuaikan dengan latar belakang siswa.

Jika muslim, bisa belajar mengaji, latihan pidato, atau dai cilik. Pelajar agama lain juga diberi wadah yang sama. Misalnya, belajar kitab suci dan lain-lain.

Pendidikan karakter berupa adab dan kesopanan juga akan ditekankan. Misalnya, bagaimana adab kepada guru dan orang tua. Juga kewajiban untuk bersosialisasi dengan sesama siswa.

Semangat lain dari program Sekolahe Arek Suroboyo juga menghindari beban bagi siswa. Semua pekerjaan harus tuntas di sekolah. Karena itu, siswa tidak boleh pulang dengan membawa pekerjaan rumah (PR) berupa mata pelajaran dari sekolah.

Itu merupakan bentuk implementasi dari sekolah yang rekreatif dan edukatif. ”Rekreatif tidak harus ke taman safari. Di dalam sekolah juga harus menyenangkan,’’ imbuh Yusuf.

Rencananya, program tersebut mulai diterapkan pada 10 November nanti. Itu bertepatan dengan momen Hari Pahlawan. ”Pak Wali Kota ingin program ini jadi sejarah dalam membentuk karakter anak-anak Surabaya,’’ jelas Yusuf.

Dalam menyusun program itu, dispendik menggandeng sejumlah pakar. Martadi, pakar pendidikan Universitas Negeri Surabaya (Unesa), masuk dalam tim perumus Sekolahe Arek Suroboyo. Dengan program itu, Martadi optimistis sekolah di metropolis akan semakin maju.

Sebab, kualitas pendidikan akan merata ke semua lembaga. ”Pendidikan karakter ini sejalan dengan spirit merdeka belajar yang dikembangkan Kemendikbudristek,’’ jelasnya.

Bentuk Tim Khusus Mampatkan Jadwal KBM


RENCANA pembenahan jam belajar-mengajar langsung ditindaklanjuti satuan pendidikan. Sekolah kini mulai membentuk tim khusus untuk menyesuaikan diri dengan program Sekolahe Arek Suroboyo. Salah satunya terkait pemampatan jam pelajaran formal maksimal sampai pukul 12.00.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri Tjipto Wardojo menyampaikan, pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan tim internal yang dibentuk sekolah. Itu merupakan persiapan sebelum program tersebut diterapkan pada 10 November nanti. ”Setelah dapat sosialisasi dan arahan dari Pak Kepala Dinas (Kepala Dinas Pendidikan Yusuf Masruh, Red), kami langsung bergerak,’’ kata Tjipto.

Prinsipnya, jelas dia, sekolah siap melaksanakan program Sekolahe Arek Suroboyo. Apalagi hal itu terkait dengan pendidikan karakter serta pengembangan potensi siswa. ”Kami sebagai pendidik menyambut gembira semangat ini agar generasi Surabaya menjadi hebat dan tangguh,’’ papar kepala SMPN 29 Surabaya itu.

Sebetulnya, upaya membentuk karakter siswa sudah aktif dilakukan sekolah. Salah satunya, menggencarkan kegiatan ekstrakurikuler. Setiap sekolah memang memiliki ekstrakurikuler unggulan yang diminati banyak siswa. ”Ini bagian dari upaya membangun karakter anak didik,’’ jelas Wakil Kepala SMPN 3 Surabaya M. Lutfi.

Agar Sekolah Jadi Tempat Rekreatif bagi Siswa


PEMAMPATAN kegiatan belajar-mengajar sejalan dengan kurikulum merdeka belajar yang diterapkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Pakar pendidikan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Martadi mengatakan, jam pelajaran intrakurikuler memang sebaiknya jangan lebih dari pukul 12.00.

Kalau sudah siang, tidak ada lagi materi pelajaran secara formal. ”Kalau melewati pukul 12.00 lalu diberi jam intrakurikuler, kasihan anak-anak. Jam segitu sudah tidak efektif. Bisa jadi banyak yang ngantuk,’’ kata Martadi, Jumat (7/10).

Nah, kegiatan berikutnya tinggal dilanjutkan dengan eksplorasi potensi dan bakat siswa. Kegiatan lebih banyak di luar ruang kelas. Kegiatan itu bisa dikemas secara rekreatif. Dengan demikian, siswa betah dan tidak bosan di sekolah.

Sebaliknya, jangan sampai siswa merasa bosan di sekolah karena jam belajar yang tidak efektif. Padahal, seharusnya sekolah menjadi tempat yang menyenangkan bagi anak. Khususnya dalam mengeksplorasi diri, kemampuan, dan bakat.

Menurut Martadi, banyak hal yang bisa dieksplorasi. Misalnya, membuat proyek kecil-kecilan di lingkungan sekolah, membuat proyek profil pelajar Pancasila, atau yang lainnya. Kegiatan itu bisa dilakukan di kebun sekolah, perpustakaan, atau lapangan sekolah. Bisa juga kegiatan ekstrakurikuler yang selama ini sudah dikembangkan oleh sekolah masing-masing.

APA ITU SEKOLAHE AREK SUROBOYO?

- Digagas untuk menguatkan karakter siswa.

- Memperkuat nilai agama, adab, serta sopan santun kepada guru dan orang tua.

- Bersosialisasi dan gotong royong dengan sesama siswa.

- Sejalan dengan kurikulum merdeka belajar dari Kemendikbudristek.

- Belajar di sekolah harus tuntas tanpa membawa PR ke rumah.

- Eksplorasi potensi dan bakat siswa.

- Kegiatan ekstrakurikuler disesuaikan dengan karakteristik sekolah.

Sumber: Dispendik Kota Surabaya

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore