
PENGATURAN JADWAL PULANG SEKOLAH: Sejumlah siswa SDN Ketintang 1, Surabaya, memberi salam kepada kepala sekolah dan guru sebelum mereka pulang, Jumat (7/10). (Dipta Wahyu/Jawa Pos)
JawaPos.com – Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya sedang menyiapkan terobosan untuk menguatkan pendidikan karakter siswa. Nama programnya Sekolahe Arek Suroboyo. Kata ”arek’’ merupakan akronim dari aman, rekreatif, edukatif, dan kegotongroyongan.
”Bahwa kami ingin menciptakan sekolah yang aman, rekreatif, edukatif, dan punya semangat gotong royong,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Surabaya Yusuf Masruh, Jumat (7/10).
Program tersebut mulai disosialisasikan ke sekolah-sekolah. Satu semangatnya adalah memampatkan jam kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Kegiatan belajar formal harus tuntas maksimal pukul 12.00.
”Dua jam selebihnya akan dipakai untuk mengembangkan potensi dan karakter anak,’’ jelas Yusuf.
Pendidikan karakter yang dikembangkan akan disesuaikan dengan karakteristik sekolah. Jika sekolah punya area luas, siswa bisa melakukan proyek dengan menanam tanaman atau berkebun. Kegiatan juga disesuaikan dengan latar belakang siswa.
Jika muslim, bisa belajar mengaji, latihan pidato, atau dai cilik. Pelajar agama lain juga diberi wadah yang sama. Misalnya, belajar kitab suci dan lain-lain.
Pendidikan karakter berupa adab dan kesopanan juga akan ditekankan. Misalnya, bagaimana adab kepada guru dan orang tua. Juga kewajiban untuk bersosialisasi dengan sesama siswa.
Semangat lain dari program Sekolahe Arek Suroboyo juga menghindari beban bagi siswa. Semua pekerjaan harus tuntas di sekolah. Karena itu, siswa tidak boleh pulang dengan membawa pekerjaan rumah (PR) berupa mata pelajaran dari sekolah.
Itu merupakan bentuk implementasi dari sekolah yang rekreatif dan edukatif. ”Rekreatif tidak harus ke taman safari. Di dalam sekolah juga harus menyenangkan,’’ imbuh Yusuf.
Rencananya, program tersebut mulai diterapkan pada 10 November nanti. Itu bertepatan dengan momen Hari Pahlawan. ”Pak Wali Kota ingin program ini jadi sejarah dalam membentuk karakter anak-anak Surabaya,’’ jelas Yusuf.
Dalam menyusun program itu, dispendik menggandeng sejumlah pakar. Martadi, pakar pendidikan Universitas Negeri Surabaya (Unesa), masuk dalam tim perumus Sekolahe Arek Suroboyo. Dengan program itu, Martadi optimistis sekolah di metropolis akan semakin maju.
Sebab, kualitas pendidikan akan merata ke semua lembaga. ”Pendidikan karakter ini sejalan dengan spirit merdeka belajar yang dikembangkan Kemendikbudristek,’’ jelasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Garudayaksa vs Persik di Super League: Tuan Rumah Tak Ingin Malu di Kandang!
Prediksi Skor Sevilla vs Valencia di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Amankan 3 Poin!
Prediksi Susunan Pemain Garudayaksa FC vs Persik Kediri: Septian David Incar Kemenangan!
Prediksi Skor Union Berlin vs Schalke 04 di Liga Jerman: Kans Die Knappen Bikin Tuan Rumah Terpukul
Prediksi Skor Como vs RB Leipzig di Liga Champions: I Lariani Siap Libas Tim Tamu di Sinigaglia
Prediksi Skor Slavia Prague vs Lens di Liga Champions: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Rennes vs Marseille di Liga Prancis: Les Rennais Siap Pesta Gol di Roazhon Park!
Dituduh Netizen Mau Lepas Tanggung Jawab Terhadap Anak, Ini Jawaban Audi Marissa
Krisis Kesehatan Mental Anak: Lingkungan Kita Ikut Membentuknya

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022