
Photo
JawaPos.com- Verifikasi data calon penghuni Flat Tambak Wedi II di Jalan Kedung Cowek, Surabaya, hampir selesai. Dalam waktu dekat, para penghuni sudah diperbolehkan masuk. Proses pengisian hunian dilakukan secara bertahap.
Selain Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertahanan (DPRKPP) Surabaya, pihak Kelurahan Tambak Wedi dan Kecamatan Kenjeran turut membantu proses masuknya para penghuni. DPRKPP menargetkan beberapa hari ke depan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) telah berpenghuni.
’’Kami menargetkan minggu ini penghuni telah mulai masuk (rusunawa),’’ kata Kabid Perumahan dan Kawasan Permukiman DPRKPP Surabaya Lasidi kemarin (25/5).
DPRKPP memberikan gambaran pembagian giliran proses masuk rusunawa. Sepuluh penghuni akan masuk pada tahap pertama. Pemkot mengutamakan penghuni berasal dari masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kecamatan Kenjeran. Jika nanti masih ada unit yang kosong, calon penghuni akan diambil dari warga di wilayah kecamatan lain.
Guna mempermudah proses pindahan, DPRKPP menyediakan beberapa fasilitas. Seperti penyediaan kendaraan dan jasa angkut barang. Dengan begitu, mereka tak perlu mengeluarkan biaya lebih untuk menyewa kendaraan angkutan barang.
Untuk mendapatkan fasilitas tersebut, para calon penghuni bisa langsung berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan kecamatan setempat. Kemudian, pembagian unit, lanjut Lasidi, tidak hanya ditentukan dari siapa cepat penghuni yang masuk. Tetapi ditentukan melalui usia para penghuni.
Bagi yang berusia produktif, mereka akan menempati hunian di atas. Seperti lantai 3 dan 4. Mereka yang lansia akan menempati lantai 1 dan 2.
’’Bukan berarti mereka yang duluan masuk bisa bebas memilih. Sebelum masuk, semua penghuni telah ditentukan unitnya. Jadi, penghuni yang belum masuk tahap pertama tidak perlu khawatir,’’ ujarnya.
Di waktu bersamaan, lanjut Lasidi, pihaknya tengah melakukan pendataan ulang terhadap penghuni rusunawa. Flat Tambak Wedi I, misalnya. Kondisi finansial para penghuni tengah diperiksa secara detail. Paling utama, apakah saat ini mereka masih berstatus MBR atau sebaliknya. Yakni, finansial mereka telah meningkat.
Bagi yang dinilai mampu, mereka diminta pindah. Dan, hunian akan digantikan dengan warga baru. Dengan begitu, pemberian hunian tepat sasaran.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
