Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 Desember 2023 | 17.40 WIB

Tekan Laju Inflasi, Pemkot Surabaya Maksimalkan Subsidi Transportasi dan Warung Murah TPID

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau pasar murah di Kota Surabaya. (ANTARA/Diskominfo Surabaya) - Image

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau pasar murah di Kota Surabaya. (ANTARA/Diskominfo Surabaya)

JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berusaha menekan laju inflasi dengan memaksimalkan subsidi transportasi dan warung Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Dilansir dari Antara pada Minggu (3/12), Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebutkan pihaknya terus berupaya agar harga bahan pokok di pasaran tidak mengalami kenaikan yang signifikan.

"Ini bagian dari upaya untuk menstabilkan harga bahan kebutuhan pokok," ujar Wali Kota Eri Cahyadi di Surabaya, Minggu (3/12).

Menurutnya, sejumlah program dan strategi telah dilakukan oleh Pemkot Surabaya, mulai dari menggelar pasar murah, penanaman komoditi cabai serentak, hingga membuat Warung TPID.

Wali kota yang akrab disapa Cak Eri itu menyebutkan bahwa salah satu cara untuk menekan laju inflasi di Kota Surabaya adalah memberikan subsidi transportasi.

Subsidi transportasi tersebut, bukan hanya untuk menekan laju inflasi, akan tetapi juga untuk menyesuaikan harga bahan kebutuhan pokok dengan harga eceran tertinggi (HET).

“Surabaya ini bukan penghasil, tapi penampung. Jadi Kota Surabaya ini mengambil (bahan kebutuhan pokok) dari tempat lain. Insya Allah yang kita lakukan adalah subsidi yang terkait dengan transportasi,” tuturnya.

Wali Kota Eri mencontohkan, ketika Kota Surabaya mengambil bahan kebutuhan pokok dari daerah lain dan ternyata harganya tinggi, maka akan dijual kembali sesuai dengan harga tengkulak.

"Contoh, seumpama mengambil cabai dari Nganjuk harganya Rp1.000, maka menjualnya juga Rp1.000. Karena kita mensubsidi transportasinya, kita tidak bisa mensubsidi pupuk dan lain-lainnya, jadi itu yang dimaksimalkan,” jelasnya.

Eri ingin memastikan bahwa harga sembako saat ini masih stabil di Kota Surabaya. Stabilnya harga sembako ini karena Pemkot Surabaya membuka Warung TPID di pasar-pasar.

Cak Eri menegaskan bahwa harga sembako seperti beras, minyak, dan gula di Warung TPID disesuaikan dengan HET. Dirinya menjamin, dengan adanya warung tersebut maka harga bahan pokok bisa stabil.

“Kami berikan poster dan spanduk besar harganya sama dengan HET. Jadi kalau ada toko lain yang menjual itu (beras, minyak, dan gula) bisa membeli di Warung TPID,” papar.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Inflasi Kota/Kabupaten Month to Month (m-to-m) per November 2023, Kota Surabaya sebesar 0,26 persen. Sedangkan inflasi Year on Year (y-o-y) per November 2023 sebesar 3,31 persen.

Komoditas yang berperan dalam inflasi m-to-m di Kota Surabaya pada bulan November 2023, antara lain cabai rawit, angkutan udara, cabai merah, emas perhiasan, bawang merah, telur ayam ras, gula pasir, ikan mujair, apel, dan brokoli.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore