Logo JawaPos

Air PDAM Belum Lancar, untuk Hemat Pemakaian Air, Warga Manukan Surabaya Mandi Sehari Sekali

TAMPUNG AIR: Warga RT 06, RW 05, Manukan Rejo, Desi mengambil air dari mobil tangki PDAM, lalu memasukkannya ke bak air di rumahnya kemarin (8/11). Di beberapa RW Manukan Rejo, air PDAM belum mengalir - Image

TAMPUNG AIR: Warga RT 06, RW 05, Manukan Rejo, Desi mengambil air dari mobil tangki PDAM, lalu memasukkannya ke bak air di rumahnya kemarin (8/11). Di beberapa RW Manukan Rejo, air PDAM belum mengalir

JawaPos.com – Hingga Rabu (8/11) aliran air PDAM Surya Sembada di Kelurahan Manukan Kulon belum lancar. Untuk mendapatkan air bersih, warga harus menunggu kiriman air tangki dari PDAM.

Sejak pagi Nurliyanti melapor kepada pengurus RT agar dia mendapatkan jatah air tangki PDAM. Namun, baru pada pukul 11.00, truk tangki dengan muatan 4.000 liter tiba di depan gang.

Warga RT 6, RW 05, Kelurahan Manukan Kulon, itu mendapatkan giliran ketiga untuk mengisi air. Sejak aliran PDAM mampet dua pekan yang lalu, Nurliyanti harus berhemat dalam pemakaian air.

Keluarganya mandi sehari sekali. Untuk memenuhi kebutuhan memasak, beribadah, dan buang air kecil, dia terpaksa membeli air galon isi ulang tiga kali dalam sehari. ”Sekali isi ulang Rp 5 ribu,” paparnya kemarin (8/11).

Hingga kemarin air PDAM di rumah Nurliyanti belum juga mengalir. Sebab, dia tidak memiliki pompa air. Selain memakai air galon, dia bergantung pada pengiriman air tangki dari PDAM.

Berdasar pantauan Jawa Pos hingga kemarin (8/11) sore, air PDAM di sebagian rumah warga sudah mengalir. Itu pun kecil dan harus dipompa. Namun, masih banyak warga yang airnya mampet.

Ketua RW 5 Kelurahan Manukan Kulon Abdul Jalil mengatakan, dirinya telah melaporkan kondisi air mampet di rumahnya sejak Senin (6/11) lalu melalui call center PDAM. Dia bingung karena tetangganya yang memiliki pompa air tidak terganggu.

Air PDAM masih mengalir. ”Di rumah kok tidak bisa keluar. Padahal, sudah ada pompa. Sudah lapor, tapi belum ada tindak lanjut,” ucapnya.

Sudah dua pekan Jalil terpaksa harus mengungsi ketika mandi. Dia mandi di balai RW hingga sekolah. Untuk mencukupi kebutuhan air sehari-hari, Jalil meminta air kepada tetangganya.

Sementara itu, Ketua RW 4, Kelurahan Manukan Kulon, Nanang Subiantoro mengaku tidak mendapatkan pemberitahuan terkait gangguan layanan air PDAM. Kondisi itu membuat warga ramai-ramai melapor kepadanya.

”Itulah yang kami sesalkan. Harapannya, ada informasi yang jelas jam mati dan hidupnya air kapan serta penyebabnya apa,” imbuhnya.

Menurut Nanang, di beberapa rumah warga yang memiliki pompa, air sudah keluar. Namun, warga yang tidak memiliki pompa air harus bersabar. ”Warga akhirnya saling berbagi air,” ucapnya.

Sementara itu, PDAM Surya Sembada memastikan perbaikan pipa sudah berjalan. Sebab, Manukan merupakan kawasan padat penduduk. Namun, perbaikan jaringan membutuhkan waktu.

Manajer Tata Usaha dan Humas Binurwati Fitri mengatakan, pembangunan drainase sepanjang Jalan Manukan Tama membuat sejumlah pipa vital terdampak. Sejak hari pertama pihaknya sudah turun untuk membenahi kebocoran pipa itu. Namun, persoalan di lapangan tidak bisa tuntas dalam satu kali perbaikan.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore