
GEDUNG DAN PERUMAHAN: Potret kawasan Surabaya Barat beberapa waktu lalu. Investasi yang masuk ke wilayah barat terus bertambah.
JawaPos.com – Wilayah Surabaya Barat adalah masa depan metropolis. Di dalam masterplan pengembangan perkotaan, pemkot menetapkan arah pembangunan Surabaya berada di kawasan tersebut.
Beberapa tahun terakhir, investor mulai mengincar Surabaya Barat. Sebab, wilayah itu memiliki beragam potensi yang bisa dikembangkan. Salah satunya sektor properti. Banyak perumahan baru, apartemen, hingga superblok yang dibangun di Surabaya Barat.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Surabaya Febrina Kusumawati mengatakan, pemkot terbuka dengan adanya investasi. Menurut dia, modal yang masuk itu bisa menjadi pendorong pembangunan wilayah.
”Asalkan sesuai dengan koridor aturan yang ada. Apalagi kondisi Surabaya ini sangat kondusif. Iklim investasinya sangat baik,” terangnya.
Membaiknya iklim investasi di Surabaya tersebut sejalan dengan hasil riset pertengahan 2023 dari Colliers International.
Dalam laporannya, konsultan itu menyebutkan bahwa Surabaya Barat masih menjadi primadona pasar properti. Utamanya apartemen.
Berdasar data tersebut, persentase hunian vertikal di Surabaya Barat menjadi yang tertinggi di Surabaya. Mencapai 88,94 persen. Di Surabaya Timur persentasenya 86,68 persen. Surabaya Pusat 83,72 persen dan Surabaya Selatan 81,49 persen.
Laporan Colliers International itu menunjukkan perkembangan Surabaya Barat tidak akan berhenti, bahkan diprediksi terus tumbuh. Tingginya permintaan pasar akan hunian di kawasan tersebut menjadi pemantik. Colliers International menyebut area itu menjadi wilayah yang paling dicari, baik oleh pembeli maupun pengembang.
Itu sejalan dengan pembangunan infrastruktur yang digagas pemkot dan pemerintah yang juga mengarah ke kawasan barat dan timur. Pemkot memiliki komitmen besar untuk menuntaskannya.
”Sebut saja Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB), radial road, akses ke GBT. Penjajakan terus kami lakukan untuk mendorong agar proyek-proyek pusat itu berjalan dan segera tuntas,” ucap Febrina.
Menurut Febrina, proyek-proyek itu berdampak secara langsung pada peningkatan perekonomian Surabaya. Misalnya, properti, industri MICE, jasa, pergudangan, angkutan, dan lainnya. ”Maka, layak bila dikatakan Surabaya ini kota jasa dan perdagangan,” paparnya.
Sementara itu, sumber investasi yang masuk ke metropolis masih didominasi penanaman modal dalam negeri (PMDN). Dari Rp 19,9 triliun total modal masuk sampai triwulan kedua, Rp 18,4 triliun di antaranya berasal dari dalam negeri. Hanya Rp 1,5 triliun dari penanaman modal asing (PMA).
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Surabaya Afghani Wardhana mengatakan, investasi asing terus dipacu. Mulai perhotelan, perkantoran, pendidikan, hingga fasilitas kesehatan. ”PMDN masih dominan. Tapi, PMA juga kami seriusi,” kata Afghani.
Berbagai strategi dilakukan untuk menggaet modal asing. Di antaranya, menggelar berbagai event promosi investasi. Baik yang digelar pemkot sendiri atau instansi lain di tingkat regional Jatim hingga event nasional. ”Dengan promosi lewat event, mereka tertarik masuk Surabaya untuk investasi,’’ jelasnya.
Di bidang pendidikan misalnya. Saat ini akan berdiri lembaga pendidikan internasional. Salah satunya Western Sydney University yang segera beroperasi di Surabaya. Lembaga itu menyewa tempat perkuliahan di Hotel Sheraton. Nilai investasi di atas Rp 10 miliar. ’’Ini salah atau hasil kunjungan Pak Presiden Jokowi ke Australia,’’ ujar Afghani. (gal/mar/c6/aph)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
