
Gerbang menuju Kab. Gresik. (Dok. JawaPos.com)
JawaPos.com - Lapangan Terbang (Lapter) Harun Thohir, Bawean, kini dilayani maskapai baru. Yaitu, PT ASI Pudjiastuti Aviation yang mengoperasikan pesawat Susi Air. Tujuannya, Surabaya–Bawean dan sebaliknya. Kapasitas penumpangnya 12 seat (kursi) dengan dua kru. ’’Frekuensi penerbangan tiga kali seminggu,” kata otoritas Lapter Harun Thohir Jupri kemarin (21/6).
Sebelumnya, penerbangan Surabaya–Bawean atau sebaliknya dilayani PT Air Fast Indonesia. Namun, kontraknya berhenti akhir 2018 yang hanya terbang dua kali seminggu. Nah, tahun ini menjadi tiga kali. Yaitu, Rabu, Kamis, dan Jumat. Usul penambahan frekuensi flight tersebut telah ditetapkan Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Penambahan frekuensi tersebut tidak lepas dari antusiasme masyarakat. Selain warga lokal, penerbangan banyak diminati wisatawan yang melancong ke Pulau Putri tersebut. Jupri mengakui, prospek penerbangan ke Bawean cukup menjanjikan. Hal itu terlihat dari grafik jumlah penumpang selama masa penerbangan sejak 18 April lalu. ’’Angkanya selalu di atas 100 persen,” ungkapnya.
Kepala Ticketing PT ASI Pudjiastuti Aviation Anto Pariyanto menyampaikan, rute Surabaya–Bawean dan sebaliknya paling banyak diserbu penumpang. Kursi selalu full. Untuk bisa terbang, penumpang harus antre booking minimal seminggu.
’’Untuk penerbangan seminggu ke depan sudah full. Jadi beli tiket saat ini bisa terbang minggu depan,” tutur Anto.
Photo
Grafik jumlah penumpang tersebut mengalahkan semua rute yang dilayani Susi Air. Termasuk Surabaya–Karimunjawa dan Bawean–Sumenep. Banyaknya jumlah penumpang menjadi indikasi bahwa masyarakat Bawean menjadikan moda transportasi udara sebagai pilihan.
Samwal, anggota DPRD Jatim asal Bawean, meminta pemerintah serius mengembangkan Lapter Harun Thohir. Dengan demikian, pengembangan potensi Bawean sebagai destinasi wisata bahari Jawa Timur (Jatim) terus meningkat. ’’Ke depan Bawean sangat menjanjikan dan potensial sebagai tujuan wisata bahari,” katanya.
Dia berharap areal bandara diperluas. Dengan demikian, pesawat yang lebih besar bisa mendarat. Samwil pun mendesak Kemenhub segera menambah landasan pacu (runway) Lapter Bawean. Saat ini panjang runway hanya 900 meter. Setidaknya, runway bisa dikembangkan menjadi 1.450 meter agar pesawat dengan kapasitas lebih besar bisa mendarat. ’’Perpanjangan runway mendesak untuk segera dilakukan,” imbuh politikus Partai Demokrat itu. (mar/c25/hud)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
