
DAPAT ATENSI: Marita Sani menunjukkan SIM milik suami dan anaknya.
JawaPos.com - Marita Sani tak kuasa melampiaskan kekesalannya tentang pengurusan surat izin mengemudi (SIM). Melalui laman media sosial miliknya, perempuan 42 tahun itu menceritakan pengalamannya. Pasca mengantarkan putranya mengurus SIM di Satpas Satlantas Polres Gresik Senin (31/7) lalu.
Keluhan Marita pun bukan tanpa alasan. Menurut dia, syarat mendapatkan surat berkendara itu menyusahkan dan rumit. Apalagi, putranya sudah 12 kali gagal mengikuti ujian SIM C, salah satu syarat berkendara untuk kendaraan sepeda motor.
’’Ujian Senin lalu sudah ke-13 kalinya. Itu pun masih gagal pada sesi praktik berkendara,’’ ujarnya.
Ibu dua anak itu pun tidak terima. Terlebih, di tahap tersebut, putra sulungnya itu selalu gagal menyelesaikan tes berkendara. Yang mewajibkan pemohon melewati ber bagai halang rintang.
’’Saya pun teringat imbauan dari Kapolri, yang meminta ujian SIM dipermudah. Namun, fakta di lapangan tetap sulit. Hal itu justru membuka ruang bagi oknum untuk melakukan pungutan liar,’’ tuturnya.
Terlebih, saat melakukan mediasi bersama petugas, Marita sempat mendapat intimidasi dari seorang oknum tak dikenal. Termasuk tawaran menda patkan SIM dengan mudah bertarif Rp 900 ribu.
’’Sudah jadi rahasia umum. Sebenarnya banyak masyarakat yang mengeluh, namun tidak berani menyampaikan,’’ ucap perempuan asal Kecamatan Kebomas itu.
Keluhan ibu-ibu itu dibenarkan oleh Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom. Pihaknya menyampaikan bahwa pada 1 Agustus lalu Marita Sani mengajukan permohonan pembuatan dua SIM C.
’’Atas nama suami dan putranya,’’ terang Adhitya.
Setelah dilakukan pengecekan berkas, pihaknya menemukan tes uji praktik SIM yang berulang. Yang merujuk identitas putra sulung dari Marita Sani.
’’Kami lakukan pendataan khususnya bagi pemohon SIM yang sudah gagal dua kali lebih. Tentunya kami juga tidak melepas perhatian begitu saja,’’ terang alumnus Akpol 2002 itu.
Sebagai evaluasi, pihaknya pun memerintah jajarannya agar proaktif dalam memfasilitasi pemohon SIM yang berkali-kali gagal.
’’Untuk diberi pelatihan, yaitu dengan program coaching clinic. Membantu pemohon SIM yang kesulitan menjalankan ujian praktik,’’ ucapnya.
Fasilitas tersebut membebaskan masyarakat untuk menggunakan fasilitas ujian praktik pada sore hari. Bahkan, mendapat pengarahan langsung dari petugas kepolisian.
’’Gratis tanpa dipungut biaya. Bagi pemohon yang sudah berkali-kali gagal juga, akan kami beri prioritas lebih,’’ pungkasnya. (yog/c17/diq)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
