
Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Kepala Dispendik S. Hariyanto serta Kepala SMPN 1 Gresik Beri Avita Prasetya menyematkan name tag ke salah seorang siswa baru, Senin (17/7)
JawaPos.com- Setelah libur panjang, siswa-siswi di Kabupaten Gresik kembali masuk ke sekolah. Menyambut tahun ajaran baru 2023/2024. Untuk jenjang SMP, tahun ini mereka menjalani sistem yang berbeda dari tahun sebelumnya. Yakni, masuk sekolah hanya lima hari. Mulai Senin-Jumat. Adapun Sabtu-Minggu libur.
Senin (17/7) pagi, Bupati Fandi Akhmad Yani secara simbolis membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di UPT SMPN 1 Gresik. Di sekolah yang berlokasi di Jalan Jaksa Agung Suprapto itu teradapa 320 siswa baru dengan 10 rombel hasil Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2023. Mereka tampak sangat antusias menyambut tahun ajaran baru.
Pembukaan MPLS itu juga diikuti seluruh SMP di Kabupaten Gresik secara daring, Dalam kesempatan itu, bupati juga mendeklarasikan Sekolah Ramah Anak (SRA). Komitmen tersebut juga ditandai dengan penandatangan oleh sejumlah stakeholder pendidikan.
Yani berpesan kepada seluruh stakeholder pendidikan untuk menjadikan sekolah sebagai tempat yang ramah, aman, dan nyaman bagi peserta didik. Dia menyebut, bullying sudah tidak zamannya lagi dilakukan saat MPLS. “Bagi kakak kelas, harus membimbing adik-adiknya yang baru masuk ke jenjang SMP. Mereka belum mengenal lingkungan, maka kenalkan. Ciptakan suasana sekolah itu menjadi tempat yang nyaman untuk belajar,” ucapnya.
Mantan ketua DPRD Gresik itu juga berpesan kepada para guru. Bahwa, para siswa baru pasti memiliki potensi masing-masing. Karena itu, guru perlu menyesuaikan pembelajaran berdasarkan potensi siswa. “Para guru harus cerdas dalam melihat potensi yang dimiliki anak,” imbuhnya.
Soal sekolah lima hari, Yani menyebut sebagai sistem yang bagus. Para siswa, mulai Senin hingga Jumat, bisa fokus dengan akademiknya, sementara pada Sabtu bisa dimanfaatkan untuk mengasah nonakademik dengan kegiatan ekstrakurikuler. “Ini bisa berjalan beriringan, akademik jalan, nonakademik juga jalan,” ujar bupati alumnus Unair itu.
Sementara itu, Kepala SMPN 1 Gresik Beri Avita Prasetya mengatakan, ketika para siswa baru itu dinyatakan lolos ke SMPN 1 Gresik, pihaknya langsung melakukan psikotes. Tujuannya melihat potensi mereka. Dari hasil itu, para siswa nanti diarahkan untuk dapat meningkatkan potensinya di bidang tertentu.
“Para guru juga begitu, sudah kami siapkan untuk mendidik para siswa dengan potensinya masing-masing. Dengan begitu, apa yang mereka miliki bisa kami kembangkan sesuai potensi siswa,” pungkasnya. (son/hud)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
