alexametrics
Jelang MotoGP 2019

Andrea Dovizioso, Si Penjinak Motor Ducati

14 Januari 2019, 18:52:06 WIB

JawaPos.com – Tidak banyak pembalap yang dapat menaklukan keganasan motor Ducati. Setelah Casey Stoner, kali ini pembalap yang dapat menjinakkan liarnya motor tersebut adalah Andrea Dovizioso.

Dapat dikatakan, Dovizioso merupakan salah satu dari sekian banyak pembalap berprestasi yang mampu mengontrol besarnya tenaga motor Ducati Desmosedici. Bahkan kemampuannya lebih baik dibandingkan legenda MotoGP, Valentino Rossi.

Kendati belum meraih podium satu selama berkarir di MotoGP, tetapi kemampuannya tidak perlu diragukan lagi. Terbukti dia mampu bersaing secara kompetitif dengan motor-motor lawan yang terbilang lebih ‘jinak’.

Andrea Dovizioso, Si Penjinak Motor Ducati
Pembalap Ducati, Andrea Dovizioso (Motorsport)

Bahkan pada seri terakhir musim 2018 di Valencia, dia mampu merebut gelar ‘Rain Master’ dari tangan Valentino Rossi. Saat itu dia berhasil membuktikan kemampuannya mengontrol Ducati melewati cuaca hujan lebat. Hal yang bahkan tidak dapat dilakukan oleh pembalap sekelas The Doctor.

Kemampuannya dalam mengendalikan Ducati terus meningkat hingga tahun 2019 ini. Hal tersebut diutarakannya saat mengikuti tes pra musim di Jerez dan Valencia. Dia merasa motor yang dikendarainya seolah-olah menjadi lebih menyatu dengan kemampuan dan gaya balapnya.

“Ini menjadi tes musim dingin terbaik sejak saya masuk Ducati. Memang sulit mengatakan kalau Ducati merupakan motor paling kompetitif. Ini normal bagi lawan untuk mendeskripaikan motor sayasebagai yang terbaik, tetapi sampai Anda mencoba motor yang lain, Anda tidak akan pernah tahu,” ucapnya dilansir dari Motorsport.

Berbekal dari itu semua, dia menjadi semakin optimistis menghadapi musim 2019. Dia yakin Ducati dapat mematahkan dominasi Honda.

“Pada akhirnya hanya hasil balapan yang diperhitungkan. Sekarang kami telah memiliki awal yang bagus, dan tahun ini kami telah mendemonstrasikan itu di semua kondisi,” ungkapnya.

“Kami telah melakukan pendekatan dengan jalan yang benar dan kami telah bekerja di musim dingin. Baik saya dan Ducati telah siap untuk menghadapi musim 2019,” tegasnya.

Seperti kita tahu, Rossi pernah membela tim Ducati pada tahun 2011-2012. Sayangnya gelar pembalap legenda belum cukup untuk mengantarnya menuju kesuksesan dalam tim tersebut. Alih-alih menjadi pembalap andal, performa Rossi justru terpuruk. Saat itu dia hanya mampu meraih posisi keenam dan ketujuh di papan klasemen akhir.

Hal sama dialami Jorge Lorenzo. Pada 2017-2018, sinarnya di Ducati tidak seterang seperti ketika ia memperkuat Movistar Yamaha.

Berikut catatan singkat karir Andrea Dovizioso;
2001: Aprilia – 125cc (NC)
2002: Honda – 125cc (Peringkat 16)
2003: Honda – 125cc (peringkat 5)
2004: Honda – 125cc (peringkat 1)
2005: Honda – 250cc (peringkat 3)
2006: Honda – 250cc (peringkat 2)
2007: Honda – 250cc (peringkat 2)
2008: Repsol Honda – MotoGP (peringkat 5)
2009: Repsol Honda – MotoGP (peringkat 6)
2010: Repsol Honda – MotoGP (peringkat 5)
2011: Repsol Honda – MotoGP (peringkat 3)
2012: Monster Yamaha Tech 3 – MotoGP (peringkat 4)
2013: Ducati – MotoGP (peringkat 8)
2014: Ducati – MotoGP (peringkat 5)
2015: Ducati – MotoGP (peringkat 7)
2016: Ducati – MotoGP (peringkat 5)
2017: Ducati – MotoGP (peringkat 2)
2018: Ducati – MotoGP (peringkat 2)

Editor : Bagusthira Evan Pratama

Reporter : Bintang Rahmat



Close Ads
Andrea Dovizioso, Si Penjinak Motor Ducati