alexametrics

DNA Juara Yamaha Telah Kembali!

Maverick Vinales Kampiun MotoGP Belanda
1 Juli 2019, 16:25:08 WIB

JawaPos.Com-Pantas jika Maverick Vinales gagal membendung air matanya sesaat setelah memenangi MotoGP Belanda tadi malam. Sebab, itu kemenangan pertama Yamaha sejak MotoGP Australia Oktober tahun lalu. Perasaan lega merasuki dadanya karena pada musim ini saja sudah tiga kali bintang Monster Yamaha tersebut mengalami celaka yang sama sekali bukan disebabkan kesalahannya sendiri. Karena itu, kemenangan Vinales di Sirkuit Assen menjadi sukacita yang patut dirayakan dengan megah.

Vinales sejatinya sudah merasakan adanya kemajuan hebat pada Yamaha YZR-M1 setelah tes Barcelona dua pekan lalu. Dia bahkan berani menyebut sebagian DNA Yamaha telah kembali. Yakni, kelincahannya ketika melibas tikungan. Di MotoGP Barcelona, dia ingin membuktikan klaimnya tersebut. Tetapi, Jorge Lorenzo merusak segalanya pada lap kedua. Barulah di Assen tadi malam Vinales sukses membayar tuntas rasa penasarannya itu.

Assen memang trek yang pas bagi Yamaha untuk memamerkan potensinya. Valentino Rossi juga tampil hebat di Belanda 735 hari lalu. Dan begitu peluang itu terbuka, Vinales mengambil risiko apa pun untuk merebut kemenangan. ’’Aku bahkan sudah menyiapkan duel di tikungan terakhir. Saya melihat perluang setelah tikungan 12 aku merasa sangat kuat. Di sanalah aku menggeber habis-habisan motorku,’’ ujarnya dalam jumpa pers setelah lomba.

Vinales seolah menjelma menjadi pahlawan. Itu setelah rider Petronas Yamaha Fabio Quartararo yang start dari pole position dan menguasai sebagian besar balapan justru gagal mempertahankan posisinya dari gempuran Marc Marquez (Repsol Honda). Honda RC213V tampak jelas unggul jauh di trek lurus.

Duel Marquez, Quartararo, dan Vinales dimulai sejak lap kedua saat pembalap Suzuki Alex Rins yang awalnya memimpin balapan tersingkir lantaran tergelincir di tikungan kesembilan. Sepeninggal Rins, Quartararo mengambil posisi terdepan. Tetapi, saat balapan tersisa 16 putaran, Marquez mengambil alih pimpinan lomba. Saat itu Quartararo yang menggunakan ban medium-hard tampak mulai sering mengalami sliding tanda kehabisan traksi ban.

Namun, ternyata keunggulan Marquez tidak bertahan lama. Pada lap kesebelas, Quartararo kembali menyalip sang juara bertahan. Dia memanfaatkan kesalahan Marquez yang sempat melebar di tikungan kedua. ’’Aku memang beranikan diri memakai ban (belakang) soft untuk mengejar target podium. Jika menggunakan hard, aku tidak yakin bisa mencapai target itu,’’ ucap Marquez sebagaimana dilansir Crash.

Saat balapan tersisa 13 lap, Vinales yang sebelumnya berada di posisi ketiga mulai unjuk gigi. Pertama, dia mengambil alih posisi Marquez. Setelah itu, pada lap ke-15, dia menyalip Quartararo untuk mengambil alih pimpinan lomba. Sejak saat itu, Vinales nyaris terus leading. Ketila balapan kurang sembilan lap, Marquez memang sempat mengambil alih pimpinan lantaran Vinales melebar di tikungan 1. Tetapi, tidak lama setelah itu Vinales kembali sukses melakukan overtaking. Kemudian, pembalap Spanyol tersebut terus berada di depan hingga akhir balapan. Marquez finis runner-up disusul Quartararo yang mengamankan podium ketiga.

Meski Vinales adalah pemenang lomba, sejatinya Marquez-lah yang mereguk keuntungan besar di Belanda. Dua rival terbesarnya, Rins dan Andrea Dovizioso, gagal meraih hasil positif. Kini Marquez memperlebar keunggulan poinnya di klasemen pembalap menjadi 44 poin di depan Dovi. Seri berikutnya bakal berlangsung di Sachsenring, Jerman, Minggu depan (7/7). Itu balapan terakhir sebelum jeda musim panas. Dengan keunggulan poin sebesar itu, Marquez bisa berlibur dengan tenang.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : irr/c4/cak