alexametrics

Sedih dan Frustrasi Jadi Runner Up, Tim Jepang Minta Maaf ke Publiknya

28 Mei 2019, 14:20:10 WIB

JawaPos.com – Kekalahan 0-3 dari Tiongkok di final Piala Sudirman 2019 begitu membuat tim Jepang sedih dan frustrasi. Seluruh pemain dan staf langsung menghaturkan permintaan maaf kepada publik mereka tak lama setelah mereka pulang dari Nanning, Tiongkok.

Kemasygulan hati tim Jepang memang bisa sangat dipahami. Berstatus sebagai favorit juara dan unggulan pertama, Park Joo Bong dan anak-anak asuhnya membawa misi besar ke Nanning: membawa pulang Piala Sudirman perdana mereka.

Apa mau dikata, mereka gagal merealisasikan hal tersebut. Bertarung melawan tim tuan rumah di partai final, mereka harus rela berdiri di podium runner up setelah diluluhlantakkan oleh musuh. Hasil ini sekaligus mengulang pencapaian mereka di Piala Sudirman 2015. Waktu itu, mereka juga kalah di final dengan skor serupa oleh Tiongkok.

Jepang kehilangan poin dari ganda putra Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe, Akane Yamaguchi, dan Kento Momota. Ketiga wakil tersebut pun menyampaikan rasa sesal mendalam mereka dalam konferensi pers.

“Shi Yuqi adalah pemain yang bagus. Dalam laga-laga penting, dia selalu bisa mengalahkan saya. Kekalahan ini membuat saya sedih. Saya minta maaf, dan saya janji akan bermain lebih baik di turnamen-turnamen berikutnya,” ujar Momota yang juga menangis di ruang ganti setelah ditaklukkan Yuqi.

Akane, yang tumbang di tangan Chen Yufei, juga ikut menyuarakan kegundahan hatinya. “Kalah dari Yufei membuat saya frustasi. Dari laga kemarin saya belajar bahwa saya harus menjadi pemain yang bisa lebih santai meski berlaga di bawah tekanan. Saya minta maaf,” ujar Akane.

Endo/Yuta, yang tidak memenangkan satu laga pun yang mereka jalani juga sangat terpukul dengan kekalahan itu. “Saya tidak bisa berkontribusi apapun untuk tim selama di sana. Saya menyesal dan saya minta maaf. Saya akan berusaha lebih keras di turnamen berikutnya,” ujar Endo.

Tak cuma tiga wakil tersebut, seluruh pemain Jepang yang diboyong ke Nanning juga ikut menghaturkan penyesalan mereka. Kapten tim Jepang Takeshi Kamura pun berbesar hati untuk memohon maaf atas kegagalannya dan tim.

“Tentu saya ingin membawa kabar baik bahwa tim saya menjadi juara setelah sampai di rumah. Tapi kenyataan berkata lain. Kami cuma jadi runner up. Kami kecewa, semua yang berharap kami menang pun pasti sangat kecewa. Tapi kenyataan pahit ini harus kita terima. Saya akan mencoba memenangkan sebanyak mungkin turnamen yang ada di depan nanti untuk menebus kekalahan ini,” ujar partner Keigo Sonoda tersebut.

Kesedihan dan penyesalan juga datang dari wakil kapten tim Ayaka Takahashi. Berlatih sangat keras selama menjalani training camp dan harus pulang ke rumah dengan medali perak di leher diakui Ayaka membuatnya kecewa.

“Saya betul-betul minta maaf atas kekalahan ini. Tapi dari kekalahan ini kami belajar banyak dari Tiongkok bagaimana menjadi sebuah tim yang lebih solid lagi. Di turnamen beregu berikutnya, kami mau menang dari mereka,” kata Ayaka.

Editor : Banu Adikara