JawaPos Radar

PON XIX/2016 Jawa Barat

Kisah Dua Pebulu Tangkis Pelatnas Asal Jabar Berbalut Bendera Jateng

23/09/2016, 08:51 WIB | Editor: Irawan Dwi Ismunanto
Kisah Dua Pebulu Tangkis Pelatnas Asal Jabar Berbalut Bendera Jateng
Ihsan Maulana lahir dan besar di Tasikmalaya tapi membela Jawa Tengah. (Oki Riyana/Radar Cirebon)
Share this image

JawaPos.com - Dua pebulu tangkis asli Jawa Barat di PON XIX/2016 turun berbendera Jawa Tengah. Salah satunya Annisa Saufika yang asli dari Kota Cirebon. Sedangkan satunya lagi, Ihsan Maulana Mustofa.

Penonton begitu tak sabar menanti atlet-atlet dari Jawa Barat bertanding di laga terakhir penyisihan nomor beregu PON XIX/2016 cabang bulu tangkis di Sport Hall Bima Kota Cirebon kemarin (21/9). 

Teriakan “Jawa Barat… Jawa Barat… Jawa Barat” menggema di dalam venue pertandingan meski tak ada yang sedang bertanding. 
Penonton baru bertepuk tangan riuh saat nama Ihsan Maulana Mustofa disebut announcer menjelang partai pertama tim putra Jawa Barat versus Jawa Tengah, Rabu malam (21/9). 

Penggemarnya yang kebanyakan ABG putri, berteriak histeris. Meski berstatus tim tamu, Ihsan disambut meriah.

Prestasi Ihsan memang cukup mentereng. Dia adalah salah satu atlet putra paling potensial di dunia bulu tangkis nasional. Namanya melambung setelah menjadi penentu kemenangan Indonesia di nomor beregu putra SEA Games 2015.

Tahun ini, atlet 21 tahun itu menjadi satu-satunya tunggal putra Indonesia yang lolos semifinal Indonesia Open 2016 sebelum dikalahkan atlet senior Malaysia, Lee Chong Wei. Ketika itu, Lee Chong Wei menyebut bahwa permainan atlet PB Djarum Kudus itu menyerupai Taufik Hidayat.

Ihsan merupakan putra daerah asli bumi Parahyangan yang lahir di Tasikmalaya, 21 tahun silam. Sayang, pada PON XIX/2016 dia memilih turun dengan bendera Jawa Tengah. "Sebagai atlet, saya dibesarkan PB Djarum di Jawa Tengah. Maka, saya harus siap ketika Jateng memanggil,” katanya kepada Radar Cirebon (Jawa Pos Group). 

Berbeda dengan Ihsan, ribuan suporter yang memadati Sport Hall Bima biasa saja ketika Annisa Saufika diperkenalkan sebelum menjalani pertandingan. Tampaknya, tidak banyak yang mengenal dara kelahiran Cirebon 21 Juni 1993 ini.

Annisa sudah dua kali tampil berbendera Jateng di PON. Sebelumnya, pada PON 2012 di Riau, dia ikut mengantarkan Jateng meraih perak dari nomor beregu putri. Atlet 23 tahun itu asli Wong Cerbon. 

Prestasinya di level internasional memang tidak sementereng pemain putri lainnya. Karier Annisa sempat mandek akibat pencekalan yang dilakukan Jawa Timur. Selama 1 tahun 4 bulan, dia tidak bisa mengikuti kejuaraan di dalam dan luar negeri.

Hal itu terjadi setelah pada 2010 lalu, putri pasangan Kuswanto (52) dan Heryani (47) ini memutuskan hijrah dari klub Semen Gresik di Jawa Timur ke PB Djarum yang berada di Jawa Tengah.

“Waktu itu, kalau tidak bersabar dan mentalnya nggak kuat, Annisa mungkin sudah meninggalkan bulu tangkis,” kenang Kuswanto.

Meski berdarah Cirebon tulen, Kuswanto merelakan putrinya membela Jawa Tengah. Menurut dia, dalam dunia olahraga tepok bulu memang sudah lazim demikian. “Para atlet akan menuruti permintaan pelatih dan klub yang telah membesarkannya. Itu wajar,” ujarnya.

Bagaimana dengan isu jual beli atlet yang selalu santer dibicarakan dalam perhelatan multievent tingkat nasional ini. Apakah keterlibatan Ihsan dan Annisa dalam skuad Jateng merupakan bagian dari bisnis tersebut? 

Yudi Diharja, manajer tim bulu tangkis Jawa Barat mengungkapkan, proses hijrahnya atlet bulu tangkis berlangsung secara natural. Tanpa transaksi, tanpa kesepakatan macam-macam. “Proses itu sepertinya sudah otomatis. Ya, begitu saja memang. Tidak ada intrik atau polemik apa-apa,” katanya.

Memang, dalam skuad bulu tangkis Jawa Barat pun tidak sepenuhnya putra daerah. Gregoria Mariska dan Hardianto misalnya. Keduanya berdarah Jawa Tengah. Hardianto yang asli Cilacap dan Gregoria yang lahir di Wonogiri. 

“Tapi kedua atlet ini dibina di PB Mutiara Cardinal Bandung. Karena itu, kami meminta mereka bergabung dengan tim di PON. Jadi, di bulu tangkis, tidak ada jual beli atlet,” ujarnya. (*/ira/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up