JawaPos Radar

Denmark Terbuka 2018

Aroma Balas Dendam Asian Games 2018 di Semifinal Denmark Terbuka 2018

19/10/2018, 23:36 WIB | Editor: Banu Adikara
Denmark Terbuka 2018, Tontowi Ahmad /Liliyana Natsir, bulu tangkis, Indonesia
Tontowi Ahmad /Liliyana Natsir melangkah ke babak semifinal Denmark Terbuka 2018 (Dok PBSI)
Share this

JawaPos.com - Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir untuk keempat kalinya akan berhadapan dengan pasangan nomor 1 dunia asal Tiongkok Zheng Siwei/Huang Yaqiong. Pertemuan akan dihelat di babak semifinal Denmark Terbuka 2018, Sabtu (20/10).

Sebelum lolos ke babak semifinal, Owi/Butet berhasil merebut kemenangan di babak perempat final usai mengalahkan wakil tuan rumah Mathias Christiansen/Christinna Pedersen 26-24 dan 21-10. Sementara, Siwei/Yaqiong tanpa kesulitan berarti berhasil menyingkirkan pasangan Inggris Chris Adcock/Gabrielle Adcock 21-12 dan 21-7.

Bagi Owi/Butet, pertemuan mereka dengan Siwei/Yaqiong besok mungkin lebih dari sekadar partai balas dendam biasa. Pasalnya, Siwei/Yaqiong adalah pasangan yang sukses mengandaskan mimpi Owi/Butet untuk menjadi juara di Asian Games 2018 bulan Agustus lalu.

Denmark Terbuka 2018, Tontowi Ahmad /Liliyana Natsir, bulu tangkis, Indonesia
Zheng Siwei/Huang Yaqiong saat meraih medali emas Asian Games 2018 (bwfbadminton.com)

Pasangan peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 itu dikandaskan Siwei/Yaqiong di partai semifinal Asian Games 2018 dengan skor 13-21 dan 18-21. Hasil minor itu membuat Owi/Butet cuma bisa membawa pulang medali perak, sementara Siwei/Yaqiong sukses menggondol emas.

Kekalahan tersebut membuat Owi/Butet ibarat tertimpa tangga setelah terjatuh. Selain dipermalukan di hadapan publik sendiri dan kehilangan medali emas, Owi/Butet juga tidak mungkin lagi berkesempatan meraih medali emas di Asian Games berikutnya karena Butet sudah memutuskan gantung raket selepas Asian Games.

Dengan mimpi yang harus dikubur dalam-dalam tersebut, sudah selayaknya Owi/Butet tidak akan membiarkan Siwei/Yaqiong terus berada di atas angin.

Dari statistik pertemuan, Owi/Butet baru menang satu kali dari tiga pertemuan terdahulu. Mereka kalah di Indonesia Masters 2018, sebelum akhirnya membalas kekalahan di Kejuaraan Asia 2018.

Merujuk tiga hasil tersebut, Owi/Butet masih punya peluang untuk meraih kemenangan kedua atas pasangan tangguh Negeri Tirai Bambu tersebut.

Namun, mengingat usia yang sudah tidak lagi muda, keduanya tentu harus mengeluarkan semua tenaga dan kemampuan untuk membendung Siwei/Yaqiong yang lebih muda, kuat, dan lincah. Jika tidak, Siwei/Yaqiong sudah bisa digaransi bakal kembali memenangi pertemuan besok.

(isa/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up