alexametrics

Harus Kurangi Kesalahan, Ginting Dituntut Main Pintar

17 Juni 2019, 15:49:32 WIB

JawaPos.com – Pelatih kepala tunggal putra PBSI Hendry Saputra sudah tidak menyangsikan kualitas permainan Anthony Sinisuka Ginting. Namun, Hendry menggarisbawahi kebiasaan buruk Ginting yang kerap melakukan kesalahan sendiri di saat-saat kritis.

Hendry menilai, kualitas sejati Ginting terlihat saat ia menjuarai Tiongkok Terbuka 2018 lalu. Waktu itu, Ginting menyabet gelar juara setelah ia membabat semua lawan tangguh sejak babak pertama hingga akhirnya ia menundukkan Kento Momota di partai puncak.

Meskipun setelah itu penampilannya menurun, Hendry menegaskan bahwa hal itu tidak serta merta berarti kualitas Ginting memburuk.

“Standar dan kualitas dia bagus banget. Waktu di Tiongkok Terbuka 2018, banyak yang bilang dia tampil perfect, pemain masa depan. Sekarang dia kalah, jadi jelek? Tidak, dia bagus kok. Tapi ada kelemahannya. Mati sendirinya masih banyak,” ujar Hendry, Senin (17/6).

Menurut Hendry, jika Ginting ingin berkembang, tidak ada jalan lain selain membuang kebiasaan buruknya tersebut. Untuk hal itu, Hendry mengaku menyiapkan latihan dan program khusus untuk Ginting.

Lebih dari itu, Hendry juga mengatakan bahwa Ginting harus bisa bermain dengan pintar jika ingin bisa bersaing secara konsisten dengan pemain top lainnya.

“Saya nggak bilang dia nggak pintar, tapi kecerdasannya harus ditambah. Tidak boleh melakukan kesalahan. Implementasinya harus dari latihan, mulai dari feeling-nya dan cara-cara latihannya yang saya tidak bisa jabarkan di sini,” ujar Hendry.

Dari analisis yang dilakukan Hendry dalam semua pertandingan Ginting, ia mengaku sudah bisa membaca peluang Ginting menang dari jumlah eror yang ia lakukan.

“Coba dicek sama-sama. Kalau dia menang satu game dengan satu pemain, pasti kesalahannya di bawah delapan kali. Tapi kalau kalah, bisa 11 ke atas kesalahannya. Detilnya lagi 11 keatas itu matinya di mana? Di kanan apa di kiri? Di depan atau belakang? Saya sudah diskusi sama Anthony. Dia harus menyadari apa kesalahannya. Harus mengubah dan meningkatkan,” tutur Hendry.

Editor : Banu Adikara



Close Ads