JawaPos Radar

Piala Thomas dan Uber 2018

Kembalinya Kento Momota Bikin Legenda Malaysia Ini Ketar-ketir

16/05/2018, 21:16 WIB | Editor: Banu Adikara
Piala Thomas dan Uber 2018, Jepang, Malaysia
Pebulu tangkis putra Jepang Kento Momota menjadi momok yang ditakuti tim Thomas Malaysia (AFP)
Share this

JawaPos.com - Performa pebulu tangkis tunggal putra Jepang Kento Momota yang kian membaik diperkirakan bakal jadi ancaman serius bagi lawan-lawan mereka di Piala Thomas dan Uber 2018. Legenda hidup Malaysia Rashid Sidek termasuk salah satu yang mengakui hal tersebut.

Meski tidak berada satu pot dengan Malaysia di fase grup, Sidek tetap khawatir jika nanti Lee Chong Wei dan kawan-kawannya harus bersua dengan Jepang di fase gugur. "Kembalinya Momota membuat skuad mereka semakin kuat dan solid. Jepang jelas harus sangat diwaspadai," kata Sidek seperti dilansir thestar.com.

Hal ini dikatakan Sidek menyusul kekalahan Chong Wei dari Momota di babak final Kejuaraan Asia 2018 dua pekan lalu. Jika nanti Jepang dan Malaysia bertemu, maka Momota yang didapuk sebagai tunggal lapis pertama akan kembali meladeni Chong Wei.

Piala Thomas dan Uber 2018, Jepang, Malaysia
Grafis Piala Thomas dan Uber 2018 (Kokoh Praba Wardani/JawaPos.com)

Sidek bahkan menilai, Momota yang sekarang jauh lebih kuat dan hebat dibanding sebelum ia dihukum selama setahun karena kedapatan bermain judi tahun 2016 lalu.

"Chong Wei pasti harus kerja keras untuk mengalahkan Momota. Dia sudah semakin tajam, dan determinasinya meraih kemenangan sangat tinggi," kata Sidek.

Jika Chong Wei nanti gagal mengatasi Momota, maka pertarungan di sektor tunggal berikutnya dipastikan akan lebih sulit karena Jepang memiliki Kenta Nishimoto yang notabene sudah pernah menundukkan nama-nama besar lain. "Tunggal kedua kami, Lee Zii Jia juga akan sulit sekali mengalahkan Nishimoto," kata peraih medali perunggu Olimpiade 1996 Atlanta itu.

Di sektor ganda, Sidek pun mengakui bahwa Jepang punya pasangan yang performanya lebih baik. "jepang di era saya dan era sekarang sangat berbeda. Dulu mereka salah satu yang paling lemah, tapi sekarang mereka sudah menjelma menjadi negara yang sangat kuat. Kalau mau menang, paling tidak kami harus ambil dua laga tunggal, dan satu laga ganda," ujar Sidek lagi.

(kar/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up