alexametrics

AirShuttle, Si Kok Tanpa Bulu di Cabang Anyar Olahraga Tepok Bulu

15 Mei 2019, 16:54:00 WIB

JawaPos.com – Olahraga cabang baru bulu tangkis AirBadminton yang tengah gencar dipromosikan oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) rupanya sudah diwacanakan cukup lama. Proses pembuatan kok AirBadminton yang diberi nama AirShuttle pun memakan waktu sekitar 5 tahun.

Direktur Pengembangan BWF Ian Wright dalam situs resmi BWF menjelaskan bahwa pihaknya sudah mulai merancang AirShuttle sejak 2014 lalu. Ide pembuatan kok tanpa bulu angsa ini muncul setelah BWF berencana menciptakan olahraga bulu tangkis outdoor.

“Lima tahun lalu, kami berpikir untuk menciptakan kok baru yang punya karakter bisa dimaninkan secara di luar ruangan. Tantangannya adalah kami harus bisa menciptakan kok baru untuk outdoor, namun dengan kualitas dan karakter yang sama seperti kok konvensional yang dimainkan indoor,” ujar Wright.

Untuk merealisasikan hal tersebut, Wright melanjutkan, BWF pun meneken nota kesepahaman dengan Nanyang Technological University di Singapura untuk mulai menciptakan kok tersebut. Proses pembuatan AirShuttle dilakukan setelah tiga kriteria utama bisa terpenuhi.

“Kriteria pertama adalah kok tersebut harus punya karakter yang sama persis layaknya kok konvensional yang dipakai dalam olahraga bulu tangkis. Kedua, kok ini harus tahan angin dan tidak mudah lembab. Terakhir, kok ini harus punya daya tahan yang baik dan cost-effective (proses produksinya tidak memakan biaya besar, Red),” ujar Wright.

 

Pembuatan AirShuttle untuk olahraga AirBadminton sudah dirancang oleh BWF sejak 5 tahun silam. (bwfbadminton).

Proses pembuatan AirShuttle pun mulai berjalan pada tahun 2015. Tidak kurang dari 30 purwarupa diciptakan hingga akhirnya AirShuttle dinyatakan layak dan sempurna pada 2018.

AirShuttle pertama kali diuji coba di University of Alicante, Spanyol dan University of Malaya, Malaysia sebagai pilot project. BWF pun mengundang kalangan umum hingga atlet untuk menjajal AirShuttle.

Mengenai bahan utama pembuatan AirShuttle, Wright belum mau menjelaskan lebih rinci.

“Materi utama pembuatan AirShuttle akan segera kami umumkan setelah kok ini mulai masuk pasar. Tapi, untuk beberapa purwarupa yang sudah diciptakan, kami membuatnya dari nilon dan polypropylene,” ujar Wright.

Karena AirBadminton ditujukan untuk kalangan masyarakat luas, Wright menuturkan bahwa harga AirShuttle nantinya pasti akan terjangkau. “Harganya tentu akan kompetitif, karena target pasar kita adalah masyarakat global,” ujar Wright lagi.

Editor : Banu Adikara