alexametrics

Empat Aturan Dasar AirBadminton yang Berbeda dari Bulu Tangkis Konvensional

14 Mei 2019, 19:07:14 WIB

JawaPos.com – Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) tengah gencar mempromosikan olahraga baru besutan mereka, AirBadminton. AirBadminton sederhananya merupakan sub-cabang bulu tangkis yang dimainkan outdoor dengan karakter kok yang berbeda dengan kok bulu tangkis konvensional.

Untuk menambah keseruan, BWF membuat beberapa aturan baru untuk AirBadminton. Aturan-aturan dasar dalam olahraga ini adalah aturan yang tidak diaplikasikan dalam pertandingan bulu tangkis.

Berikut adalah empat aturan dalam AirBadminton:

 

1. Memakai AirShuttle

Kok bulu angsa tidak akan dipakai dalam AirBadminton. Karena dimainkan di luar ruangan, penggunaan kok biasa tentunya akan menyulitkan pemain karena kok bulu angsa sangat rentan dengan angin. Sebagai gantinya, BWF menciptakan kok baru bernama AirShuttle yang didesain khusus untuk AirBadminton. Kok ini punya desain tahan angin yang tidak akan terpengaruh tiupan angin ringan. Untuk raket, pemain tetap bisa menggunakan raket bulu tangkis pada umumnya.

2. Format Trio

Berbeda dengan bulu tangkis yang hanya memiliki nomor tunggal dan ganda, AirBadminton menerapkan nomor trio. Satu tim harus memiliki setidaknya satu orang pemain putri. Yang menarik, setiap pemainnya harus memukul secara bergantian. Artinya, satu pemain tidak boleh memukul dua kali beruntun. Bila itu terjadi, poin akan diberikan untuk musuh. Aturan ini diyakini bisa membuat AirBadminton menjadi olahraga yang lebih dinamis.

3. Dead Zone

Lapangan AirBadminton memiliki satu zona bernama dead zone alias zona mati. Sesuai dengan namanya, bila pemain memukul kok dan kok jatuh di zona mati lapangan musuh, maka pemain yang memukul akan kehilangan poin. Dead zone sendiri berada tepat di depan net dengan jarak 2 meter dari titik tengah lapangan. Adanya dead zone pun membuat para pemain tidak bisa dengan leluasa melakukan adu netting seperti dalam bulu tangkis konvensional. Mereka harus bisa memukul kok hingga mendarat di belakang garis batas dead zone.

4. Service Marker

Servis dalam AirBadminton pun juga punya aturan sendiri. Pemain yang melakukan servis harus melakukannya di belakang sevice marker yang berjarak tiga meter dari tengah lapangan. Service marker biasanya ditandai dengan titik di garis pinggir lapangan, atau dengan cone. Saat melakukan servis, posisi AirShuttle yang dipegang harus berada di bawah net.

Editor : Banu Adikara



Close Ads