JawaPos Radar

Mulai Terungkap! Ini Pemain Malaysia yang Diduga Lakukan Match Fixing

14/02/2018, 13:33 WIB | Editor: Banu Adikara
BWF, Match Fixing, BAM
Logo BWF (bwfbadminton.com)
Share this image

JawaPos.com – Identitas dua pebulu tangkis Malaysia yang diduga melakukan match fixing alias pengaturan skor perlahan mulai mengerucut ke beberapa nama.

Dilansir thestar.com, berdasarkan dugaan sementara, disebutkan bahwa kedua pemain profesional independen ini adalah laki-laki yang bermain di sektor tunggal putra.

Nama pertama adalah seorang pebulu tangkis muda yang masih berusia sekitar 20 tahun yang merupakan salah satu top player saat masih meniti karir di level junior. Pada tahun 2017, ia juga turun di beberapa turnamen penting seperti All England 2017 dan Kejuaraan Dunia 2017.

Sementara itu, nama kedua adalah seorang pebulu tangkis yang kini sudah berusia sekitar 30 tahun. Pemain ini juga pernah tergabung dalam skuad Piala Thomas saat masih berada di bawah naungan Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM).

Sejauh ini, setidaknya ada lima nama pebulu tangkis tunggal putra yang menyandang status pemain profesional independen. Mereka adalah Zulfadli Zulkiffli (25), Tan Chun Seang (31), Daren Liew (30), Chong Wei Feng (30), dan Goh Giap Chin (25).

Saat dikonformasi, Presiden BAM Datuk Seri Norza Zakaria enggan membenarkan bahwa pelakunya ada di antara lima nama tersebut.

BAM, kata Norza, sama sekali tidak memiliki hak atau kewenangan memberi tahu kepada publik nama-nama pemain tersebut. Semua perkara ditangani oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).

“Yang jelas, dua pemain ini betul-betul menodai bulu tangkis Malaysia jika sampai terbukti melakukan hal tersebut,” kata Norza, Rabu (14/2).

Seperti yang sudah diketahui, kedua pemain ini sudah dipantau BWF sejak Februari 2017 lalu. BWF menaruh curiga lantaran gaya hidup kedua atlet yang mendadak menjadi sangat mewah. Informasi yang beredar, BWF langsung bergerak menindak mereka setelah mendapatkan bukti trransaksi dan perjanjian keduanya di ponsel masing-masing.

(ce1/kar/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up