alexametrics
Paralimpiade 2020

Mengenal Yuma Yamazaki, Ratu Bulu Tangkis Kursi Roda Negeri Sakura

12 April 2019, 14:27:34 WIB

JawaPos.com – Cabang olahraga para bulu tangkis untuk pertama kalinya dalam sejarah akan dipertandingkan di Paralimpiade pada 25 Agustus-6 September tahun depan. Yuma Yamazaki adalah salah satu atlet yang paling bersemangat menyongsong multi-event empat tahunan terbesar untuk para atlet difabel tersebut.

Nama Yamazaki memang jauh dari kata familiar di kalangan pecinta bulu tangkis, apalagi khalayak umum. Namun, bagi para atlet bulu tangkis difabel, sosok pemain ranking 2 dunia kategori Wheelchair (WH) 2 itu cukup disegani.

Menggeluti dunia bulu tangkis kursi roda selama 6 tahun, pebulu tangkis berusia 31 tahun itu mengisahkan bahwa layaknya kebanyakan atlet penyandang disabilitas lainnya, ia bukanlah orang yang lahir dalam keadaan tidak sempurna.

“Saya sudah mencintai bulu tangkis sejak kecil dan sudah serius menekuninya sejak duduk di bangku sekolah menengah atas. Tapi, sebuah insiden membuat saya harus duduk di kursi roda selamanya,” ujar Yamazaki seperti dilansir situs resmi BWF.

Kondisi yang membuat frustrasi tersebut pun akhirnya memaksa Yamazaki harus melepaskan mimpinya menjadi atlet bulu tangkis elit dunia. Namun, nasibnya berubah di tahun 2013.

Kala itu, Yamazaki menyaksikan pertandingan para bulu tangkis dalam sebuah festival olahraga di Jepang. Melihat serunya para atlet bertanding sembari memacu kursi roda mereka, semangat Yamazaki untuk bermain bulu tangkis pun kembali tumbuh.

“Saat itu juga saya memutuskan untuk bermain bulu tangkis lagi sebagai atlet difabel. Ternyata, bermain bulu tangkis di atas kursi roda itu sangat menyenangkan. Begitu mengasyikkannya olahraga ini, saya sampai tidak menganggap ini sebagai pekerjaan utama saya sebagai seorang atlet,” kata Yamazaki.

Kecintaan Yamazaki pada dunia para bulu tangkis akhirnya membawanya pada takdir hidup yang sesungguhnya. Perlahan tapi pasti, Yamazaki mulai membangun reputasinya sebagai salah satu pebulu tangkis difabel terbaik di dunia. Terakhir, ia memenangi Kejuaraan Internasional Para Bulu Tangkis 2019 di Dubai. Ia meraih medali emas di nomor ganda putri WH2 bersama rekannya, Sarina Satomi.

Ganda putri WH2 Jepang Yuma Yamazaki/Sarina Satomi saat menjadi juara di Kejuaraan Internasional Para Bulu Tangkis 2019 di Dubai (bwfbadminton.com)

Tengah mempersiapkan diri untuk Paralimpiade 2020 di Tokyo, Yamazaki mengaku sudah tidak sabar. Mulai memasuki masa kualifikasi, Yamazaki menuturkan bahwa ia masih harus memperbaiki permainannya.

“Masih banyak pemain bulu tangkis kursi roda di luar sana yang lebih baik dari saya. Jadi meskipun Paralimpiade 2020 nanti diadakan di negara saya sendiri, saya tentu harus tetap kerja keras untuk bisa dapat medali emas,” katanya.

Selain bakal menjadi bagian dari sejarah dunia para bulu tangkis, Yamazaki punya misi khusus di event tersebut: memperkenalkan dan mempopulerkan para bulu tangkis.

Perempuan berambut pendek yang juga bekerja sebagai seorang guru tersebut menuturkan bahwa ia merasa punya tanggung jawab dalam mempromosikan olahraga yang sudah ‘menyelamatkan’ hidupnya. Dorongan ini kian diperkuat dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan kepadanya perihal cara bermain bulu tangkis di atas kursi roda.

“Di sekolah, anak-anak kecil sering bertanya kepada saya, kok bisa saya main bulu tangkis di atas kursi roda? Karena itulah saya ingin sekali menunjukkan kepada dunia, seperti ini lho olahraga para bulu tangkis. Saya juga sangat berharap jumlah atlet para bulu tangkis di seluruh dunia bisa semakin banyak setelah Paralimpiade 2020,” ujar ibu dua anak tersebut.

Editor : Banu Adikara



Close Ads