JawaPos Radar

Kegalauan Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia Mencari Pelatih Kepala

07/09/2018, 14:07 WIB | Editor: Banu Adikara
BAM, Malaysia, bulu tangkis, Datuk Seri Norza Zakaria
Presiden Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia Datuk Seri Norza Zakaria mengaku sedang bingung mencari sosok pelatih kepala yang cocok. (thestar.com)
Share this

JawaPos.com - Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) sedang kebingungan mencari sosok pelatih kepala yang tepat untuk membuat mereka bisa kembali bersaing di level dunia. Prestasi mereka saat ini betul-betul memprihatinkan.

Walau pernah memenangi beberapa turnamen yang sudah berlangsung tahun ini, tim Negeri Jiran sama sekali tidak bersinar di turnamen besar. Mulai dari Piala Thomas dan Uber 2018, Kejuaraan Dunia 2018, sampai Asian Games 2018, mereka tidak berhasil membawa pulang medali.

Nama Li Yongbo yang sempat masuk radar mereka pun hingga kini belum jelas kelanjutannya lantaran mereka harus merogoh kocek yang sangat besar untuk mendatangkan pelatih legendaris Tiongkok tersebut. Yongbo sendiri saat ini masih menjabat sebagai Wakil Presiden Asosiasi Bulu Tangkis Tiongkok.

Dua nama besar lain, yakni Park Joo Bong dan Rexy Mainaky yang notabene pernah menjadi bagian dari BAM pun tidak mungkin didatangkan dalam waktu dekat karena keduanya masih berkonsentrasi untuk Olimpiade Tokyo 2020. Joo Bong sedang berkonsentrasi bersama tim nasional Jepang yang sedang meroket, sementara Rexy masih sibuk menukangi Thailand.

Beberapa opsi dari mantan atlet lokal pun belum ada yang dianggap cukup layak untuk membawa Malaysia kembali ke masa jaya mereka. Presiden BAM Datuk Seri Norza Zakaria pun menuturkan bahwa pihaknya masih terus memutar otak untuk mengakhiri paceklik gelar.

Untuk saat ini, Norza menuturkan bahwa mereka hanya akan terus mengirim para atlet mereka ke turnamen-turnamen besar sembari mengaplikasikan sistem pelatihan yang sudah ada.

"Dana memang menjadi salah satu kendala kami untuk menyewa beberapa pelatih hebat, apalagi kalau mereka masih ada kontrak di negaranya. Kami juga tidak akan jauh-jauh terbang ke luar negeri untuk mendatangkan pelatih. Lebih baik kami kirim para pemain ke luar untuk bertanding," ujar Norza seperti dilansir thestar.com.

Menurut Norza, sambil menunggu sosok yang dinantikan itu datang, ia sudah meminta tolong kepada kelima pelatih kepala kelima disiplin yang ada untuk terus meningkatkan kualitas kepelatihan mereka.

"Kalau sistem pelatihannya bagus, maka sosok pelatih kepala hanya akan jadi pelengkap saja," uajr Norza.

(kar/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up