alexametrics

Musuh Bebuyutan Susy Susanti Bicara Soal Perjuangan di Era Keemasannya

6 Juni 2019, 20:20:52 WIB

JawaPos.com – Baru-baru ini, legenda bulu tangkis putri Korea Selatan Bang Soo Hyun dilantik masuk ke dalam BWF Hall of Fame. Peraih medali emas Olimpiade Atlanta 1996 itu menyebut Susy Susanti sebagai salah satu sosok yang paling sulit ditaklukkan, sekaligus pemain yang sangat berpengaruh dalam karirnya.

Rivalitas Soo Hyun dan Susy memang sangat sengit pada masanya, tepatnya pada awal tahun 90-an. Perseteruan keduanya sudah terlihat di Piala Sudirman 1991. Kala itu, Soo Hyun dipaksa bertekuk lutut oleh Susy dalam pertarungan rubber game dengan skor 11-2, 6-11, dan 6-11.

Soo Hyun memang kalah dalam pertarungan, namun Korea Selatan berhasil memenangkan perang. Mereka meraih gelar juara perdana Piala Sudirman setelah menang 3-2 atas Indonesia.

Setahun berselang, Soo Hyun kembali dijegal oleh Susy di partai final Olimpiade Barcelona 1992. Memenangi gim pertama 11-5, Soo Hyun kembali ditikung oleh Susy di dua gim berikutnya dengan skor 5-11 dan 3-11. Susy kala itu juga resmi menjadi atlet Indonesia pertama yang meraih medali emas Olimpiade.

Keberuntungan belum juga menghampiri Soo Hyun di tahun selanjutnya. Bersua kembali dengan Susy di partai final Kejuaraan Dunia 1993, ia lagi-lagi harus mengakui keunggulan istri Alan Budikusuma tersebut.

Di tahun yang sama, ia lagi-lagi dikalahkan Susy saat Korea Selatan berjumpa untuk ketiga kalinya dengan Indonesia di partai final Piala Sudirman 1993. Susy mengandaskannya dua gim langsung dengan skor kembar 6-11 dan 6-11. Namun, layaknya tahun 1991, Korea Selatan kembali berhak atas trofi juara setelah menang 3-2.

Kerja keras Soo Hyun mulai membuahkan hasil di tahun 1994. Ia berhasil meraih medali emas Asian Games 1994 usai mengalahkan wakil Jepang Hisako Mizui. Susy hanya berhasil mendapat medali perunggu di gelaran tersebut.

Soo Hyun akhirnya memetik hasil terbaiknya di Olimpiade Atlanta 1996. Berhadapan dengan Susy di partai semifinal, ia berhasil menang 11-9 dan 11-8. Soo Hyun akhirnya merasakan manisnya berdiri di atas podium tertinggi Olimpiade usai memenangi laga puncak melawan pemain Indonesia lainnya, Mia Audina dengan skor 11-6 dan 11-7.

Soo Hyun juga tercatat memecundangi Susy di perhelatan All England 1996. Ia memenangi laga tersebut lewat duel tiga gim yang berakhir dengan skor 11-7, 5-11, dan 11-4.

Bang Soo Hyun dilantik masuk dalam daftar BWF Hall of Fame oleh Presiden BWF Poul Erik Hoyer. (bwfbadminton)

Dilansir dari situs resmi BWF, Soo Hyun menyebutkan bahwa tanpa adanya Susy Susanti dan beberapa nama besar lainnya, dirinya mungkin tidak akan bisa menjadi seorang role model di dunia tepok bulu angsa Negeri Ginseng.

Selain Susy, ada tiga nama lain yang dianggapnya sebagai lawan paling berbahaya. Tiga atlet asal Tiongkok tersebut adalah Huang Hua, Tang Jiuhong, dan Ye Zhaoying.

“Susy adalah musuh yang tangguh. Ia punya pukulan yang sangat akurat. Jiuhong adalah pemain yang sangat cepat dan kuat. Huang Hua punya pergerakan yang indah dan anggun namun mematikan, sementara Zhaoying adalah salah satu pemain dengan footwork terbaik,” ujar Soo Hyun.

Berhadapan dengan ketiga pemain tersebut diakui Soo Hyun adalah pekerjaan yang jauh dari kata mudah. Namun, berkat ketiga lawannya itu pula lah Soo Hyun bisa terus meningkatkan standar permainannya.

“Setiap melawan mereka, saya mau tidak mau harus mengerahkan semua kemampuan untuk menang. Itulah yang membuat saya bisa menjadi pemain yang lebih baik di setiap pertandingan yang saya jalani,” ujarnya.

Editor : Banu Adikara