alexametrics
Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017

Bakat Nomor Satu, Postur Bukan Hal Utama

5 Agustus 2017, 18:15:40 WIB

JawaPos.com – Postur atau tinggi badan tidak menjadi parameter utama di Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017 di Surabaya. Tim pemandu bakat yang diterjunkan PB Djarum lebih memfokuskan pada kemampuan dasar dan teknis bermain dari pebulutangkis peserta audisi di Kota Pahlawan.

“Yang kami lihat adalah kemampuan mendasar, cara bermainnya, juga dari semangatnya seperti apa. Kalau untuk usia di bawah 13 tahun, yang terpenting adalah teknik dasarnya. sampai sejauh mana dia menguasai teknis dasar,” kata Manajer Tim PB Djarum, Fung Permadi, Sabtu (5/8) siang.

Menurut Fung, tinggi badan bukan faktor utama penentu kualitas atau kesuksesan seorang atlet bulutangkis. Contohnya adalah dua pebultangkis putri Akane Yamaguchi dan Nozomi Okuhara. Dua nama asal Jepang ini memiliki tinggi di bawa 160 cm. Postur Okuhara hanya 155 cm, sedangkan Yamaguchi 156 cm.

“Mereka kecil tapi bisa bersaing. Itu tergantung semangatnya seperti apa,” jelas Fung Permadi. Untuk saya postur bukan menjadi prioritas. Yang lebih kami prioritaskan adalah teknik bermain, cara bermain dan semangatnya, itu yang kami gali lebih dalam,” imbuhnya.

Fung menambahkan, atlet dengan postur lebih kecil akan bekerja ekstra keras untuk melampaui pebulutangkis yang memiliki tinggi melebihi mereka. “Itu yang membuat mereka rentan cedera. tergantung kita menjaga latihannya,” lanjutnya.

Sementara itu proses Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017 telah dimulai sejak Sabtu pagi. Sekitar 558 peserta menjalani proses seleksi tahap pertama yaitu screening. Dalam tahap ini para pemandu bakat menilai peserta audisi berdasarkan teknik, fisik, mental tanding serta bakat yang dimiliki para peserta.

Proses screening akan mengerucutkan jumlah peserta menjadi 64 orang untuk kelompok putri. Rinciannya 32 untuk di kelompok U-11 dan 32 untuk kelompok U-13. Sedangkan di kelompok putra, jumlah yang diambil untuk lolos seleksi tahap selanjutnya adalah 64 orang untuk U-11 dan 64 pebulutangkis untuk U-32.

“Belum terlihat yang istimewa, masih datar-datar saja. Entah nanti kalau sudah masuk dalam babak pertandingan. Karena waktu screening juga singkat. Kami melakukan itu untuk mereka yang coba-coba atau baru bermain bulutangkis tapi langsung ikut audisi,” tutup Fung Permadi.

Editor : Edy Pramana

Reporter : (saf/JPC)


Close Ads
Bakat Nomor Satu, Postur Bukan Hal Utama