JawaPos Radar | Iklan Jitu

World Tour Finals 2018

Jadi Satu-satunya Pemain Rangkap di WTF, Begini Peluang Yuta Watanabe

04 Desember 2018, 18:50:22 WIB
World Tour Finals 2018, Yuta Watanabe, Jepang, BWF
Pebulu tangkis Jepang Yuta Watanabe menjadi satu-satunya pemain yang bertanding di dua nomor di World Tour Finals 2018 (bwfbadminton.com)
Share this

JawaPos.com - Pebulu tangkis putra Jepang Yuta Watanabe perlahan-lahan mulai menunjukkan potensinya sebagai pemain tangguh masa depan. Hal ini ditunjukkan setelah ia menjadi satu-satunya pemain yang akan bermain rangkap di turnamen akhir tahun BWF World Tour Finals 2018 yang akan dihelat di Guangzhou, Tiongkok pada 12-16 Desember mendatang.

Secara prestasi, Yuta memang belum bisa disejajarkan dengan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon di nomor ganda putra maupun Zheng Siwei/Huang Yaqiong di nomor ganda campuran. Ia hanya mengoleksi tiga gelar juara hingga bulan November kemarin. Namun, harus diakui bahwa grafik performanya terus meningkat.

Mencuri perhatian saat menjuarai All England 2018 bersama Arisa Higashino di nomor ganda campuran setelah secara mengejutkan mengalahkan favorit juara Siwei/Yaqiong, eksistensi Yuta mulai dianggap serius. Gelar juara di Inggris tersebut dilanjutkan dengan kemenangan di Hongkong Terbuka 2018 usai menundukkan pasangan tangguh Tiongkok lainnya, Wang Yilyu/Huang Dongping. Perlahan tapi pasti, Yuta/Arisa kini sudah bercokol di ranking 3 dunia.

Di sektor ganda putra, penampilannya pun harus diwaspadai meski tidak sementereng di ganda campuran. Bersama Hiroyuki Endo, mereka sudah meraih gelar juara di Korea Selatan Terbuka 2018 dan kini bercokol di ranking 8 dunia.

Menengok ke persaingan ganda campuran di World Tour Finals 2018 yang menggunakan sistem dua grup di babak awal, Yuta/Arisa yang berstatus sebagai unggulan 2 punya peluang besar lolos dari fase grup dan masuk ke babak semifinal. Berkaca dari pengalaman di All England 2018, kans mereka untuk menjadi juara di sini tentunya terbuka cukup lebar sekalipun harus kembali bertemu Siwei/Yaqiong atau Yilyu/Dongping.

Berbeda dengan ganda campuran, kans Yuta menyabet gelar juara di sektor ganda putra bakal lebih berat. Berstatus sebagai unggulan 7 bersama Endo, keduanya kemungkinan besar akan berada satu grup dengan Kevin/Marcus yang merupakan unggulan 1. Lantaran belum punya pengalaman menang melawan The Minions, Yuta/Endo hanya perlu menjadi runner up jika ingin melenggang ke babak semifinal.

Dengan perkiraan tergabung di grup ganjil, Yuta/Endo harus bersaing dengan pasangan Taiwan Liao Min Chun/Su Ching Heng (unggulan 3), dan Kim Astrup/Anders Sakaarup Rasmussen (unggulan 5).

Ketatnya persaingan di dua sektor yang digeluti Yuta memang membuat jalannya meraih gelar juara di World Tour Finals 2018 sama sekali tidak mudah. Jurang kekalahan pun masih menganga lebar di depannya.

Namun, dengan usia yang masih 21 tahun dan kemampuan yang akan terus terasah, rasanya Yuta masih punya banyak peluang untuk meraih gelar juara di turnamen pamungkas BWF berikutnya jika ia gagal di tahun ini.

Editor           : Banu Adikara
Reporter      : (kar/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up