alexametrics

Soal CLS Knights Main di IBL, Hasan Gozali: Play By Our Rules Saja

28 Mei 2019, 18:15:40 WIB

JawaPos.com – Direktur Indonesia Basketball League (IBL) Hasan Gozali membuka pintu lebar-lebar untuk CLS Knights Indonesia ikut kembali meramaikan IBL. Namun, Knights harus tetap ikut aturan main IBL jika ingin kembali mentas di sana.

Seperti yang sudah diketahui, Knights sudah dua musim tidak ikut berpartisipasi di IBL. Aturan IBL di mana semua klub harus berbentuk PT menjadi penyebab utama Knights hengkang dari kompetisi bola basket Tanah Air tersebut.

Pasalnya, Knights berdiri atas nama yayasan. Hal itu membuat Knights keberatan jika harus berganti format menjadi PT. Alhasil, mereka tidak bisa lagi jadi bagian dari IBL.

Tidak bisa berlaga di IBL ternyata membuat Knights bersinar. Berpartisipasi di ASEAN Basketball League (ABL) selama dua musim, Knights di luar dugaan sukses meraih gelar juara di ABL 2018/2019.

Opsi Knights bermain kembali di IBL muncul lantaran kontrak mereka dengan ABL selama dua tahun sudah berakhir musim ini. Meskipun ada kemungkinan besar mereka akan kembali berpartisipasi di ABL karena berstatus juara bertahan, Knights tidak menutup diri untuk bermain kembali di IBL.

“Kami akan welcome kok (jika Knights ingin main lagi di IBL, Red). Tapi ya play by our rules (ikut aturan main, Red) saja. Simple kan?” ujar Hasan, Selasa (28/5).

Hasan menuturkan, ia sudah beberapa kali berbicara dengan pengurus Knights untuk mengubah bentuk mereka menjadi PT. Hasilnya masih nihil.

“Saya pernah sampai datang ke Surabaya untuk bertemu mereka. Tapi mereka tetap tidak mau,” ujar Hasan.

Manajer Knights Christopher Tanuwidjaja sendiri sebelumnya sudah pernah mengatakan bahwa mengubah yayasan menjadi PT adalah hal yang masih berat dilakukan oleh pihak Knights. Itop, sapaan akrabnya, juga paham bahwa mereka tetap tidak akan bisa berlaga di IBL jika aturan tersebut tidak dipenuhi.

“Itu mungkin masih kendala. Masih sulit bagi kami untuk berubah. Tapi saya bukan orang yang tepat untuk mengurusi badan hukum,” imbuhnya beberapa waktu lalu.

Editor : Banu Adikara