alexametrics

Bogor Siliwangi Dicoret, IBL 2019/2020 Bisa Jalan dengan 9 Tim

28 Mei 2019, 17:50:27 WIB

JawaPos.com – Tim basket Bogor Siliwangi sudah dipastikan tidak akan berpartisipasi di Indonesian Basketball League (IBL) 2019/2020. Pihak IBL pun sudah siap jika mereka harus menjalan musim dengan total sembilan tim saja.

Direktur IBL Hasan Gozali menuturkan bahwa pihaknya sudah berkomunikasi dengan beberapa tim lain untuk bergabung meramaikan IBL musim depan. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian di luar sembilan tim IBL yang sudah dipastikan bakal berlaga.

Menyoal hal tersebut, Hasan mengaku tidak masalah. “Kami masih terus mencari tim ke-10 untuk mengisi posisi kosong ini. Kami akan tunggu sampai Agustus, tepatnya sebelum proses draft pemain. Kalau sampai saat itu masih belum ada tim yang bersedia bergabung, kami akan tetap jalan dengan sembilan tim,” ujar Hasan, Selasa (28/5).

Untuk diketahui, Siliwangi resmi dicoret dari keikutsertaan mereka di IBL karena dianggap tidak bisa memenuhi persyaratan yang diberikan IBL, berikut belum menggaji para pemain dan ofisial mereka.

“Karena tidak bisa memenuhi permintaan tersebut, dengan sangat menyesal, kami harus mencabut lisensi mereka di IBL,” ujar Hasan.

Menurut Hasan, pihaknya sudah melakukan komunikasi intensif dengan Siliwangi sebelum memutuskan hal tersebut.

“Sejak musim 2018/2019 selesai, kami sudah mengundang mereka untuk diskusi. Karena, kami masih menerima keluhan dari pemain-pemain dan pihak-pihak yangg terlibat dalam Siliwangi soal keterlambatan gaji dan hal-hal lainnya,” ujar Hasan.

Undangan tersebut rupanya tidak mendapat respons cepat dari Siliwangi. Setelah kesekian kalinya dipanggil, Siliwangi akhirnya mengirim direktur operasional mereka untuk berunding dengan IBL.

“Setelah ketemu, ada dua hal yang kami minta. Pertama, mereka harus segera membereskan kewajiban kepada pemain dan ofisial (soal gaji, Red). Kedua, mereka harus segera menyerahkan berkas administrasi jika masih mau berlaga di IBL,” ujar Hasan.

Ternyata, sampai batas waktu tanggal 20 Mei, Siliwangi tak kunjung memenuhi persyaratan tersebut. “Jadi ya terpaksa harus kami coret,” katanya.

Menyoal nasib para pemain Siliwangi yang kini terkatung-katung, Hasan menuturkan bahwa pihaknya tidak bisa berbuat banyak dalam hal memberikan bantuan hukum. IBL, kata Hasan, cuma bisa membantu mereka mendapatkan kuasa hukum.

“Yang bisa kami lakukan adalah memediasikan mereka ke legal. Karena ini adalah hubungan antara pemain dan Siliwangi,” ujar Hasan.

Editor : Banu Adikara



Close Ads