← Beranda

Selain Hadapi Ganda Top Dunia, No 1 Indonesia Dapat Ancaman dari Eropa

Ainur RohmanSelasa, 20 April 2021 | 00.13 WIB
Photo
JawaPos.com - Olimpiade Tokyo 2020 kurang dari 100 hari lagi. Ganda campuran sudah memastikan satu tiket melalui Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

Di Tokyo nanti, PraMel –julukan Praven/Melati– harus bersaing dengan ganda lima besar lainnya. Di antaranya, Zheng Siwei/Huang Yaqiong, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai, Wang Yilyu/Huang Dongping, serta Yuta Watanabe/Arisa Higashino.

Namun, selama pandemi ini, ganda Eropa mulai unjuk gigi. BWF mencatat ada lima pasangan yang diperkirakan menjadi kuda hitam dalam Olimpiade mendatang.

Tiga di antaranya adalah pemain Eropa. Yakni, Thom Gicquel/Delphine Delrue, Marcus Ellis/Lauren Smith, dan Mathias Christiansen/Alexandra Boje. Meski mereka semua di bawah peringkat Praveen/Melati, dalam beberapa pertemuan terakhir mereka sering merepotkan.

Gicquel/Delrue, misalnya. Dari tiga pertemuan terakhir, PraMel kalah dua kali dari Gicquel/Delrue. Pada pertemuan ketiga saat Thailand Open II lalu, PraMel kembali kalah rubber game 21-14, 9-21, 13-21 dari pasangan asal Prancis tersebut.

Sementara itu, Ellis/Smith dan Christiansen/Boje secara penampilan memang tidak terlalu spektakuler. Namun, mereka pernah memenangkan beberapa gelar dan capaian yang cukup baik. Ellis/Smith pernah memenangkan Thailand Masters 2020 dan menjadi semifinalis All England dua edisi beruntun.

Meli (sapaan akrab Melati) mengakui bahwa untuk saat ini kekuatan ganda campuran tidak hanya terpusat di Asia. Juara All England 2020 itu menyatakan, selama setahun belakang kekuatan lebih merata dari Asia dan Eropa.

”Tidak ada patokan lagi sekarang pemain mana yang perlu diwaspadai. Kalau dulu lawan (pemain, Red) Eropa, ibaratnya yang dari Asia lebih tinggi. Sekarang sudah bagus semuanya,” ungkap Meli.

Selain ancaman dari pemain-pemain non unggulan, ganda Thailand Puavaranukroh/Taerattanachai patut mendapat perhatian. Awal tahun lalu mereka sukses menyapu bersih tiga gelar beruntun di Asian Leg dan World Tour Finals 2020.

Meli menyebutkan, kesempatan meraih gelar tetap dan dirinya pun optimistis. Apalagi, mereka pernah dikalahkan sebelumnya.

”Untuk sekarang, lebih fokus persiapan sendiri dulu. Nggak berpikir terlalu jauh. Masih ada pertandingan-pertandingan terdekat. Babak demi babak dijalani dulu sebaik-baiknya. Proses tidak mengkhianati hasil,” imbuh Meli.
EDITOR: Ainur Rohman