JawaPos.com – ”Waktu 2018 (Asian Para Games 2018) Arianti pernah janji sama diri sendiri, di next Asian Para Games pengin berdiri di tengah (podium), dapat emas,” ungkap Ni Made Arianti Putri, atlet putri para atletik Indonesia, kemarin (24/10).
”Makanya, Arianti berusaha mencoba latihan lagi. Improve apa yang kurang dan akhirnya bisa mencapai emas saat ini," jelasnya.
Ya, lima tahun lalu, Arianti hanya bisa meraih dua medali perak di kelas T13 nomor 100 meter dan 400 meter. Kemarin dia sukses meg-upgrade medali. Atlet asal Bali itu menambah pundi-pundi medali emas kontingen Merah Putih.
Arianti menyumbang emas ketiga untuk Indonesia dari nomor lari 100 meter T12 putri. Dia mendapat medali terbaik setelah menjadi sprinter tercepat yang mencapai garis finis di Huanglong Sports Center Stadium. Arianti menorehkan catatan waktu 12,52 detik.
Dia lebih cepat 0,16 detik dari Simran (India) dan 0,26 detik dari Yaqin Shen (Tiongkok) yang meraih perak serta perunggu.
Selain emas, Arianti juga berhasil mematahkan rekor sebelumnya yang dipegang Guohua Zhou (Tiongkok) dengan catatan waktu 12,56 detik. Rekor tersebut diukir sembilan tahun lalu.
Sejak awal Arianti sebetulnya tidak dibebani emas. ”Karena di atas kertas untuk di Asia saya ranking ketiga dan lumayan jauh dari ranking pertama (atlet India, Red)," terangnya dalam jumpa pers virtual dari Hangzhou kemarin.