← Beranda

Dewi Ada Kesalahan, Susanto Megaranto Masih Sempurna di Japfa Chess Festival 2023

Rizky Ahmad FauziSabtu, 21 Oktober 2023 | 05.08 WIB
WGM Indonesia Dewi AA Citra berhadapan dengan WGM Vietnam Nguyen Thi Mai Hung pada ajang Japfa Chess Festival 2023 di Wisma Serba Guna Senayan, Jakarta.

JawaPos.com–Jumat (20/10), menjadi momen yang kurang menyenangkan bagi Women Grand Master (WGM) Indonesia Dewi AA Citra saat berhadapan dengan WGM Vietnam Nguyen Thi Mai Hung. Dari dua laga yang berlangsung di Wisma Serba Guna Senayan, Jakarta, hasil yang didapat sekali kalah di sesi pagi dan sekali remis di sesi sore.

Hasil itu cukup disesalkan. Sebab, kini rekor keduanya berimbang dengan sekali menang, dua remis, dan satu kalah. Keduanya kini imbang dengan poin 2.

Pecatur ber-elo rating 2256 itu menjelaskan, di sesi sore sebetulnya memiliki kans menang cukup besar. Apalagi memainkan buah putih.

”Iya cuma gak tahu kenapa di akhir terus lepas. Saya ada peluang cuma kalau dipaksain ada risiko juga karena sudah kalah satu pion,” ujar Dewi.

Oleh sebab itu, ketika lawan menawarkan remis, dia menyetujui. Selain itu, ada alasan lain mengapa memilih remis.

”Sebenarnya mungkin kalau tidak main dua babak bisa lanjutin. Tapi karena tadi pagi blunder harusnya menang jadi kalah, sekarang (di sesi sore) juga panjang banget game-nya lebih baik istirahat dulu,” ungkap Dewi.

Ya, kekalahan di sesi pagi ada bekas yang cukup dalam bagi istri dari Sean Winshand itu.

”Iya ada trauma juga. Takutnya kalau saya lanjutkan catur, takutnya berbalik lagi,” sebut Dewi.

Dewi berharap pada pertandingan Sabtu (21/10), bisa lebih rileks sehingga bisa menerapkan strategi dengan baik dan menuntaskan dengan kemenangan.

Sementara itu, Nguyen menyebutkan pertandingan selanjutnya lebih optimistis lantaran bakal memegang buah putih. Hal itu membuatnya bisa lebih leluasa melancarkan serangan.

”Hari ini (Jumat) saya pikir memang draw di game kedua menjadi keputusan terbaik. Besok (Sabtu) mungkin bakal lebih sulit. Karena saya pikir Dewi merupakan pecatur yang sangat kuat,” tutur Nguyen.

Sementara itu, Grand Master Susanto Megaranto masih sempurna di kategori open Japfa Chess Festival 2023. Pecatur terbaik Tanah Air itu berhasil mengalahkan atlet Sumatera Utara (Sumut) bergelar IM Pitra Andika di sesi pagi dan sesama atlet Jawa Barat (Jabar) IM Dede Liu, sore harinya.

Terkait kemenangan di sesi sore, Susanto menyebutkan di awal bermain dengan pembukaan Sisilia.

”Kalau pembukaan memang tergantung lawan juga ya. Kadang ganti-ganti. Persiapan juga begitu,” tutur Susanto ketika diwawancarai.

Bermain dengan catur putih membuat Susanto sudah mengambil inisiatif penyerangan sejak awal.

”Jadi memang sudah ketekan dia dari awal. Segi waktu sih imbang. Saat momen kritis dia kalah satu pion. Memang sudah unggul pion dan lawan memilih menyerah. Jadi bukan karena menang waktu,” sebut Susanto.

Lantas apa yang bikin lawan menyerah?

”Sudah kalah pion terus bakal kalah lagi (satu pion lagi kemakan). Jadi kalah dua pion hancur ya,” jelas Susanto, pecatur ber-elo raring 2540 itu.

Pada babak keenam Sabtu (21/10), Susanto bakal menghadapi atlet Jabar lainnya bergelar IM Irwanto Rck yang juga masih sempurna dengan lima kemenangan. Susanto pastinya sangat mewaspadai lawan yang kemarin bisa mengalahkan GM Novendra Priasmoro.

Selain menghadapi Irwanto, Susanto juga berpeluang melawan Novendra di sesi sore jika sang lawan bisa menang melawan Gilbert Elroy Tarigan. Andai melawan Novendra, Susanto juga sudah siap.

”Ya akan berjalan menarik lah. Soal rekor nggak tahu dah. Sudah dari kecil saling mengalahkan. Turnamen banyak juga kan,” ucap Susanto.

 

 

 

WGM Indonesia Dewi AA Citra berhadapan dengan WGM Vietnam Nguyen Thi Mai Hung pada ajang Japfa Chess Festival 2023 di Wisma Serba Guna Senayan, Jakarta. Istimewa

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah