← Beranda

Ridho Ikhsan, Founder LibuRun, Komunitas Lari Pertama di Pekanbaru

Ainur RohmanSelasa, 28 Januari 2020 | 05.07 WIB
Ridho Ikhsan Pendiri komunitas lari Liburun saat ditemui di Pekanbaru, Riau, Sabtu (25/1/2020). HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS

JawaPos.com-Ridho Ikhsan menjadi founder LibuRun, komunitas lari pertama di Kota Pekanbaru, Riau. Bagi runners lain, Ridho bisa jadi panutan. Rutin latihan dan aktif dalam komunitas. Tetapi, masih ada hal lain yang belum dicapai Ridho.

---

Awal Ridho berkenalan dengan lari mungkin sudah jamak terjadi pada orang lain. Hanya ingin menurunkan berat badan. Dia melakukannya sejak aktif kuliah. Hanya, Ridho baru menjadikan lari bagian dari gaya hidupnya sejak 2014. Sekaligus mendirikan LibuRun.

Nah, karena ngumpulnya cuma bisa pas libur, karena kalau nggak gitu sudah mencar semua kerja. Jadi, kami pas libur-libur, ya run,” ucapnya.

Namun, meski aktif di dunia pelarian Pekanbaru, ada satu yang belum dilakukannya. Yaitu, melepas virgin full marathon (FM). Sejatinya, pada 2015 dia berniat melepas virgin FM di Kuala Lumpur Marathon. Program latihan sudah berjalan baik. Tiket dan segala akomodasi sudah dipesan. Ridho berniat berangkat ke Kuala Lumpur pada H-1. Sementara itu, beberapa temannya sudah lebih dulu berangkat.

Tetapi, ada hal yang tidak bisa dihindari. Race-nya dibatalkan karena kabut asap. Buyar sudah harapan Ridho untuk bisa berlari sejauh 42,195 km di negeri jiran itu. Memang Kuala Lumpur Marathon seperti event wajib bagi runners Pekanbaru. Ya, biaya race ke Malaysia lebih murah jika dibandingkan dengan ke Pulau Jawa.

”Saat itu kan memang sedang terjadi kabut asap. Padahal, semua sudah disiapkan. Medali dibagikan, tapi tidak boleh ada yang lari. Akhirnya medali saya diambilkan teman. Tapi, saya nggak berani bilang itu race karena saya nggak lari,” kata bapak tiga anak tersebut.

Sejak saat itu, Ridho menjadi agak malas untuk race di luar daerah. Apalagi yang agak jauh. Dia hanya mengambil beberapa race lokal. Paling maksimal hanya kategori HM.

Nah, kemudian dia mengambil resolusi untuk tahun ini. Mendengar rekomendasi dari teman, pria berusia 38 tahun itu berencana mengambil FM di Jakarta Marathon 2020 mendatang. ”Saya sudah lama lari sama komunitas, saya yang bikin juga (komunitasnya, Red). Nggak pernah FM, jadi agak malu ah,” ujarnya, lalu tertawa.

Dalam seminggu, Ridho latihan enam kali. Saat weekend, dia menyempatkan untuk long run. Kadang juga diselingi latihan di gym. Dia memiliki target sebulan harus melahap jarak 200 km. ”Tapi, saya juga nggak ingin lari 6–7 jam. Jadi, sekarang lagi persiapan menurunkan berat badan dulu. Target nanti pas FM bisa masuk sub 4,” ujarnya.

---

RIDHO IKHSAN DAN LARI

Tempat, tanggal lahir: Pekanbaru, 20 Juni 1981

Pendidikan: Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) Jogjakarta

Pekerjaan: Pengusaha

2014

Penang Bridge International Marathon HM 2 jam 20 menit

2016

2XU Compression Run Singapore HM 2 jam 30 menit

2016

Riau Trail Run 21K 3 jam

2018

Minang Geopark Run 21K 2 jam 10 menit

EDITOR: Ainur Rohman