JawaPos.com - Namanya Wong Edan Team. Berdiri pada Agustus 2018 dan beranggota sembilan orang, mereka rutin latihan lari setiap minggu dengan rute dan jarak yang menurut orang pada umumnya susah dilakukan.
’’Itulah ungkapan yang menggambarkan Wong Edan Team,’’ kata pendiri Wong Edan Team Sri Wahyuni kemarin (3/8).
Ketika kali pertama terbentuk, memang tidak banyak yang ikut. Hanya sekitar tiga orang, hingga berkembang dengan jumlah anggota sembilan orang.
Sri menyebut seluruh anggota Wong Edan Team memang memiliki basic pelari. ’’Seluruhnya pelari ultra,’’ ungkapnya. Pelari ultra adalah pelari jarak jauh di atas 42 kilometer.
Tidak dimungkiri, para anggota Wong Edan Team memiliki satu visi yang sama. Yaitu, suka tantangan.
Bagi mereka, sangat mungkin menaklukkan rute dan jarak yang menurut orang lain tidak mungkin. Karena pencapaian itulah, mereka sering disebut wong edan. Hingga sebutan itu dijadikan nama tim.
Rutinitas lari setiap minggu menjadi agenda latihan wajib. Ada dua kategori yang menjadi konsen latihan tim, yaitu long road dan trail.
’’Setiap seminggu sekali berganti kategori larinya,’’ tambah Sri. Untuk long road, biasanya jarak yang ditempuh sampai 30 kilometer. Untuk trail, sering kali menggunakan rute lintas pos Penanggungan.
Bukan hanya itu, Wong Edan Team juga membuka latihan bertajuk Strong Together. Rutinitas itu dilakukan sebulan sekali untuk para pencinta olahraga lari.
Sering kali setiap kegiatan diikuti oleh banyak pelari dari berbagai komunitas. ’’Sekali kegiatan bisa sampai 30 hingga 75 orang yang hadir latihan,’’ paparnya.
Pada kegiatan Strong Together, Sri bekerja sama dengan komunitas lari di wilayah. Seperti yang dilakukan beberapa waktu lalu dengan komunitas lari di Pasuruan. Dirinya menjelaskan, kegiatan tersebut memang menjadi wadah bagi pelari dari komunitas lain untuk belajar dan latihan bersama.
Terlebih, setiap orang yang hadir latihan biasanya juga sedang persiapan mengikuti event lari. Sri berharap, dengan adanya kegiatan latihan tersebut, para pelari lebih siap dalam mengikuti event lari. ’’Ketika latihan edan-edanan, ketika race bisa lebih enjoy,’’ jelasnya.
Bukan hanya itu, Wong Edan Tim juga sering kali menjadi pemandu hiking bagi teman-teman dari komunitas lain. Bahkan, instansi TNI pernah merasakan pengalaman bersama tim.
Selama berkegiatan, banyak kenangan istimewa yang hadir. Sri menyebut salah satu kisah menarik ketika sedang melakukan pendakian di Gunung Rinjani pada November 2020. Saat itu, kebetulan berdekatan dengan event Sembalun 7 Summits. ’’Akhirnya kami memutuskan untuk ikut event tersebut,’’ paparnya.
Ada empat orang dari tim yang ikut. Di luar prediksi, Wong Edan Team berhasil memecahkan rekor menyelesaikan challenge hanya empat hari dari rekor sebelumnya lima hari. ’’Karena dengan niat yang awalnya hanya mendaki jadi ikutan challenge dan memecahkan rekor,’’ ucap Sri.
Menurut dia, Wong Edan Team kini bukan sekadar perkumpulan pelari yang suka tantangan saja. Tapi menjadi sebuah keluarga serta wadah bagi para pelari untuk berlatih. Mempersiapkan race lari dengan sebaik-baiknya.