alexametrics

Catur Harus Masuk Ekskul Sekolah

24 Maret 2019, 22:46:59 WIB

JawaPos.com – Surabaya merupakan salah satu kota yang memiliki atlet-atlet catur potensial. Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur yang juga pegiat catur Maruli Hutagalung optimistis Kota Pahlawan bisa menjadi lumbung pecatur dunia.

“Sekolah catur dan komunitas telah tumbuh di Surabaya. Itu belum termasuk pelaku hobi di kampung-kampung. Tinggal bagaimana kita strukturkan dengan baik agar bibit pecatur muda terus lahir,” kata Maruli, Minggu (24/3).

Maruli sendiri memang seorang penggila catur. Tak sekadar hobi, catur juga menjadi olahraga yang ia tekuni untuk mengasah ketajaman pikiran serta konsentrasinya. Maruli juga acap kali menggelar turnamen. Salah satunya Open Rapid Chess Tournament G25. Turnamen yang diselenggarakan oleh Komunitas Catur Surabaya-Sidoarjo itu merupakan seri yang kedua setelah seri pertama di Sidoarjo pada Januari kemarin. Di Surabaya, turnamen ini diikuti 200 peserta.

Untuk memajukan olahraga ini, lanjut Maruli, perlu melibatkan lembaga-lembaga pendidikan. Catur bisa menjadi ekstrakurikuler di sekolah-sekolah. Selain itu, turnamen catur juga harus diperbanyak.

“Peminat catur ini sangat besar. Sekali turnamen saja pesertanya selalu ratusan orang,” sebutnya.

Open Rapid Chess Tournament G25 dimenangkan Master Nasional (MN) Emas Fajar Fathik untuk kategori senior terbuka. Sedangkan kategori yunior U-16 dimenangkan Karunia Bagus Trilaksa. Kategori yunior U-12 dimenangkan I Putu Dama Aditya.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Muhammad Syafaruddin

Copy Editor :

Catur Harus Masuk Ekskul Sekolah