alexametrics

Pecahkan Dua Rekor Nasional, Zohri Belum Bisa Jadi Juara Asia

23 April 2019, 11:55:26 WIB

JawaPos.com – Sprinter muda Indonesia Lalu Muhammad Zohri kembali menorehkan prestasi membanggakan di Kejuaraan Atletik Asia 2019. Atlet 18 tahun itu sukses dua kali memecahkan rekor nasional di nomor lari 100 meter putra. Sayang, hal itu belum sanggup membuatnya membawa pulang medali emas.

Bertandaing di Khalifa International Stadium, Doha, Qatar pada Senin (23/4) dini hari, Zohri yang punya rekor personal dengan catatan waktu 10,18 detik berhasil memecahkan rekornya itu di babak semifinal. Ia finis dengan waktu 10,15 detik.

Pencapaian ini sekaligus melewati rekor nasional yang sebelumnya dipegang oleh mantan sprinter Tanah Air Suryo Agung Wibowo. Untuk diketahui, Suryo pernah dijuluki sebagai manusia tercepat di Asia Tenggara setelah berhasil membuat catatan waktu 10,17 detik pada SEA Games 2009.

Kejutan yang diberikan Zohri tidak sampai di situ saja. Di partai final, rekor nasional yang baru saja ia buat langsung dipecahkan lagi. Zohri menyelesaikan babak pamungkas setelah finis dengan catatan waktu 10,13 detik.

Sayang, dua pemecahan rekor nasional itu belum bisa membawa Zohri berdiri di podium tertinggi. Zohri harus pulang dengan mengalungkan medali perak lantaran belum bisa melewati pelari Jepang Yoshihide Kiryu yang finis tiga detik lebih cepat dari Zohri, yakni 10,10 detik.

Mengomentari hasil tersebut, Zohri menuturkan bahwa sebetulnya ia bisa berlari lebih cepat lagi. Sial, pikirannya terganggu di tengah berjalannya laga.

“Iya, saya sempat hilang konsentrasi karena memikirkan saingan-saingan saya. Saya akan terus berlari lebih baik lagi,” ujar Zohri.

Sementara itu, pelatih atletik Indonesia Eni Nuraini mengaku sangat senang dengan pencapaian Zohri. Meski tidak menjadi juara, Eni senang Zohri sudah menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan hingga sanggup memecahkan dua rekor nasional.

“Alhamdulillah bisa memecahkan rekor nasional. Sejak awal Zohri memang sudah jadi harapan untuk mecahin rekornas Suryo Agung,” ujar Eni.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Isa Bustomi